Saturday, 14 November 2015

Dalam sidang saksi ngaku tidak kenal terdakwa, Namun usai sidang terlihat kompak

Mahadendi
Batam, Dinamika Kepri- Sidang Mahadendi pelaku  kasus penjualan minyak subsidi masyarakat dari Pulau Buruh ke Batam digelar di pengadilan Negeri (PN) Batam, pada hari kamis tanggal (12/11/2015 lalu. Namun sidang itu cukup menggelitik majelis Hakim maupun pengunjung sidang. dimana dalam sidang, saksi mengaku sama sekali tidak mengenal terdakwa. diduga BAP belum P21, namun sudah di sidangkan.

Dalam sidang, ke 2 saksi ketika ditanya hakim apakah mengenal tersangka, Agus dan Hasan mengatakan tidak mengenal tersangka sama sekali.

Bahkan kedua saksi mengatakan tidak membaca isi pernyataan yang telah ditanda tanganinya itu dikantor polisi. Terbukti semua jawaban yang ditanyakan hakim kepada ke-2 saksi, tidak singkron dengan pernyataannya kepada polisi sebelumnya.

" Disini anda bilang lain, sekarang jawaban anda beda lagi, hati-hati loh sebagai saksi !, apa gak dibaca dahulu baru ditanda tangani." Tanya hakim kepada ke dua saksi.

Akibatnya Hakim pun jadi bingung, dan menunda sidang itu hingga minggu depan (19/11/2015). sebab semua jawaban saksi, tidak sama dengan isi pernyataan yang sudah ditanda tangani kedua saksi. 

" Saya tidak mengenalnya Pak Hakim", Kata Hasan, Namun usai sidang, Mahadendi menyempatkan waktunya menemui Hasan dan berkata " Kenapa kamu tandatangani ? ". Lalu Hasan menjawab, " Akupun tidak tahu" jawab Hasan pada terdakwa, sembari meninggalkan pengadilan bersama saksi Agus.

Ketika wartawan ini menyanakan hal aneh yang tidak singkron itu kepada saksi Agus, Ia malah bergegas pergi, sembari berkata, " Saya tidak tahu, maaf ya pak ". Jawab Agus saat itu.

Kronologis tertangkapnya Mahadendi, Pada tanggal  11/8/2015 lalu, Mahadendi ditangkap polisi di Pantai stres Batu Ampar, Batam, setelah terbukti membawa 36 Jerigen minyak tanah subsidi dari pulau Buruh kecamatan Belakang Padang ke Batam.

Kepada polisi pelaku mengaku akan menjual minyak subsidi itu kepada penampung di Batam. Dalam sidang Mahadendi mengaku baru sekali itu melakukannya.bahkan minyak tersebut adalah titipan warga pulau buruh minta untuk dijualkan.

" Minyak itu titipan dari warga, aku hanya diminta menjualkan saja." Kata terdakwa pada Hakim.

Dalam satu jerigennya, Pelaku  mengaku akan mendapatkan keutungan sebesar Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu. Dan jika dikalikan 36 jerigen. berati pelaku pencuri minyak subsidi dari pemerintah itu, akan mendapat keuntungan Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per tripnya.

Minyak tanah yang berwarna Putih bening tersebut, harganya masih disubsidi oleh Pemerintah, di Batam sendiri, minyak subsidi itu hanya disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di Pulau-pulau sekitaran Pulau Batam. melihat harganya lebih murah dari Minyak tanah non subsidi yang berwarna ke coklatan, membuat para spekulan banyak yang bermain. salah satunya seperti Mahadendi yang mengaku pengangkut sayur mayur ini. (Ag)


Editor : Agus Budi T