Friday, 9 October 2015

Warga gusuran ruli Edukit Simpang Jam, Telah mendapatkan relokasi kavling di Kabil

Tampak Robertus dan kedua anaknya tengah diabadikan oleh media ini, terlihat kondisi rumah sangat memprihatinkan, selain itu jaringan air, listrik juga belum ada, bisa dibayangkan bagaimana kondisinya. Foto : Agus Budi Tambunan, (9/10/2015).

Batam, Dinamika Kepri-  Sebanyak atau kurang lebih dari 20 kepala keluarga (KK)  warga rumah liar (Ruli) Edukit Simpang Jam, kini diantara dari mereka, terlihat  sudah ada yang membangun dan menempati Kavlingnya yaitu di Kavling Kabil Indah, Senjulung Kabil, Punggur, Batam.

Sebelumnya pada (1/9/2015) lalu, penggusuran ruli Edukit tersebut penuh dramatis, hingga mengakibatkan 1 orang terluka saat itu, maka dengan adanya kejadian itu hingga sampai sekarang ini, lokasi ruli tersebut sehari-harinya masih terlihat dijaga ketat dari pihak petugas Ditpam, Polisi dan TNI.

Namun terang pak Robertus  yaitu salah satu warga gusuran dari ruli edukit tersebut kepada awak media ini mengatakan, bahwa saat ini katanya, sudah tidak ada masalah terkait dengan penggusuran itu.  bahkan semua warga dari rulinya yang telah digusur itu, katanya sudah mendapatkan hak kavlingnya masing-masing. 

“ Sudah tidak  ada masalah lagi, kami ada sekitar 20 KK, dan semuanya sudah mendapatkan kavlingnya masin-masing disini,“  Kata Pak Robertus, Jumat (9/10/2015).

Selain itu, Ucap Pak Robertus lagi, katanya bahwa setiap 1 rulinya, pihak penggusur telah memberikan uang paku sekitar Rp  2 juta kepada setiap pemilik bangunan ruli .

“ Satu ruli dikasih RP 2 juta.” Kata dia lagi.

Kendati itu kavling sudah terealisasi, Namun Robertus masih menyayangkan pihak perusahaan yang menggusur, sebab sampai saat ini, Jumat (9/10), kata dia, bahwa ganti rugi tanam tumbuh dan kolam lelenya belum ada kompensasinya.

Kini Pak Robertus telah mendirikan rumahnya di kavling tersebut, namun masih terlihat seadanya, terlihat kondisi tempat tinggalnya masih sangat memprihatinkan, selain belum di beri skat-skat kamar, lantai rumahnya itu juga masih berlantaikan tanah. bahkan pada malamnya, Ia masih menggunakan lampu pelita untuk menerangi rumahnya.(Ag)

Editor : Agus Agus T.