Wednesday, 7 October 2015

Terkait barang bawaan penumpang, Oknum petugas KPU BC Sekupang, Kerap lakukan tahan lalu lepaskan

Batam, Dinamika Kepri – Masyarakat  awam banyak yang bertanya tentang kinerja para apratur Negara di Indonesia ini,  masyarakat menilai dimana setiap permasalahan yang ada, selalu selesai dengan uang, terkesan tidak ada lagi penegakkan hukummnya. 

Sepertinya hukum dapat dibeli oleh mereka yang memiliki banyak uang, selain itu banyak pejabatnya juga kerap melakukan penyalahan jabatan maupun wewenang unutk kepentingan pribandinya. Dan tidak dapat dipungkiri, memang itulah yang terjadi saat ini.

Selain itu, masyarakat juga sering bertanya tentang mereka (apratur Negara=red), Tanyanya “Apakah  apratur negara saat ini masih ada yang Jujur dalam melakukan pekerjaannya?, tentunya dengan pertanyaan itu, jawabnya ada pada asumsi masing-masing saja, sebab jika diamati dan dikaji lebih dalam secara seksama, semua yang mereka lakukan tidak sesuai apa yang diharapkan. Kendati ada  peratuaran maupun Undang-undang (UU) yang sudah mengaturnya, semua itu hanya delik bagi mereka untuk menekan dari setiap kesalahan masyarakat.

Mengapa dikatakan demikian, sebab begitulah yang terjadi di pelabuhan  Domestic Sekupang, Batam pada hari Rabu siang  (7/10), dimana salah satu perusahaan penjual alat photo copy yang beralamat di Batam yang hendak mengirimkan  1 dus  tinta toner ir 5000 keluar daerah,  ditahan BC diduga karena telah melanggar ke pabeanan atau aturan Free trade Zone(FTZ) .

Kendati pengiriman  1 dus tinta itu sempat  tertahan di KPU BC Sekupang tersebut, namun akhirnya di izinkan juga naik ke kapal. Tidak tahu apa yang terjadi antara Oknum BC dengan pemilik barang di dalam kantor BC itu, Namun itulah yang kerap terjadi dipelabuhan domistik tersebut, tahan, tidak lama kemudian lalu dilepaskan.

Sebelumnya,  Toner ir 5000 itu  melewati X-ray, setelah itu petugas manahannya dan lalu membukanya, setelah itu terdengar ucapan petugas yang menahan itu mengatakan, kalau barang  tersebut hanya dapat digunakan di daerah Batam. 

Ketika awak media ini menayakan itu barang apa kepada petugas BC itu, Ia menjawab, itu bukan urusan anda, ucapnya seperti menyombongkan diri dengan perasaan bersih, kepada wartawan ini.

Setelah itu toner ir 5000 itu dibawa masuk kedalam kantor beserta pengirimnya. Namun setelah  30 menit kemudian, pengirim barang keluar dengan barang bawaannya menuju ke kapal.

Ketika pemilik barang tersebut ditanyai media ini, apa yang mereka lakukan di dalam kantor, pemilik toner ir 5000 itu menjawab, kalau petugas BC  hanya menayainya dirinya saja.

“ Hanya menanyai saja mas .“ Jawab dia memastikan dengan ekspresi wajah seperti ada yang disembunyikan. (Ag) 

Editor : Agus Budi T