Monday, 19 October 2015

Terkait Afrizal Tanjung, Gajah Rooseno: Dia lagi sedang alami stress, Izin senjatanya juga sudah saya cabut

Gajah Rooseno
Batam, Dinamika Kepri- Dalam  orasi unjuk rasa damai yang dilakukan oleh ratusan wartawan di kantor perhubungan Batam, Kepri, pagi hingga siang tadi, Senin (19/10), ternyata telah menyisahkan pahit bagi Afrizal Tanjung, pasalnya ketidak hadirannya untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada wartawan siang itu, dikarenakan yang bersangkutan diduga telah mengalami syok yang berat akibat banyaknya tekanan dari kementerian perhubungan pusat atas perlakuan arogannya. 

Selain itu, berita tentang keganjilan yang dilakukannya kepada puluhan para wartawan pada hari Sabtu (17/10) sebelumnya, telah tersebar luas di media lokal maupun di media nasional. 

Dengan itu, maka penekanan dari kementrian pusat pun terjadi hingga membuat dirinya mengalami stress dan tidak mampu menhadapi para wartawan, untuk menyampaikan maaf nya. Selain itu, izin kepemilikan senjata apinya, juga telah dicabut.

" Dia tidak bisa hadir, karena yang bersangkutan sedang lagi keadaan stress, Izin senjatanya juga sudah saya cabut, besok dia sudah tidak pegang senjata lagi, dan tidak ada lagi senjata-senjata yang berkeliaran disana, semuanya sudah saya pegang kuncinya dan tidak boleh lagi, kemarin itu hanya Performance saja unutk menunjukan bapak menteri kebanggaan. dan tidak ada lagi yang begitu-begitu, semua harus melalui izin saya.'' Tegas Rooseno kepada wartawan.

Aksi unjuk rasa yang hanya berdurasi 2 jam itu berjalan damai, Rooseno memastikan bahwa untuk kedepannya tidak ada lagi penolakan bagi wartawan yang ingin meliput tentang kinerja mereka. Selain itu Rooseno juga mengakui, bahwa tampa wartawan, mereka tidak bisa besar dan berharap dapat selalu bersinergi kepada seluruh wartawan yang ada di Batam.

Namun, Kendati kata Rooseno akan memberikan Pernyataan maaf Afrizal secara tertulis kepada para wartawan, hingga berita ini dimuat, Pernyataan tertulis seperti yang dijanjikannya tersebut belum juga terealisasi. padahal awak media ini sudah meminta data permohonan tertulis tersebut, namun tidak ditanggapinya.(Ag)

Editor : Agus Budi T