Thursday, 15 October 2015

Pematangan lahan untuk kavling gusuran ruli Edukit melebihi kuwota, Peruntukan 20 Kavling namun dimatangkan berhektar


Batam, Dinamika Kepri - Kendati Ucapan Humas dari BP Batam, Purnomo Andiantono kepada wartawan media ini (14/6/2015) lalu yang mengatakan, bahwa di BP Batam tidak ada Mafia lahan. Namun pada kenyataannya tentu sangat berbeda dan tidak singkron dengan apa yang diucapkannya. 

Ini salah satunya dan wajib dipertanyakan, bagaimana bisa, belum ada penggusuran, namun Lahan relokasi kavlingnya, sudah di matangkan jauh-jauh hari dari sebelumnya.

Buktinya tidak muluk-muluk, kita lihat saja seperti di daerah Kabil Punggur, disana (tampak gambar diatas=red) terlihat tak henti-hentinya pematangan lahan dilakukan. Tidak tahu siapa yang telah merestuinya, Namun itulah yang terjadi.

Padahal tidak ada penggusuran dari manapun, namun pemantangan lahan terus berlanjut hingga saat ini. padahal seperti kata Ir.Tato Wahyu ketika masih menjabat sebagai Dirkimli, kepada media ini pada 27/10/2014 yang lalu diruang kerjanya ia mengatakan, katanya tidak akan ada pemantangan lahan untuk relokasi Kavling jika tidak ada penggusuran.

Kendati ia sangat optimis mengatakannya saat itu, namun aktivitas pematangan lahan masih terjadi untuk dibuat Kapvling. padahal tidak ada penggusuran, namun tetap dilakukan.

Tidak tahu mengapa itu dapat terjadi, namun itulah fakta realita yang terjadi saat ini. Diduga  Para pejabat oknum Bp Batam tengah bersekongkol dengan pihak-pihak luar untuk menghabiskan seluruh lahan kosong yang ada di Kabil Punggur, Batam, Kepri.

Sepertinya tidak pandang bulu lagi, semua dibabat habis, Gunung, lembah maupun hutan terus di cleaning, ditimbun dan diratakan biar level. Seakan Tidak ada istilah hutan lindung atau apapun, terkesan semua dapat dialih fungsikan, asalkan keuntungan pribadi lepas masing-masingnya dapat terpenuhi. kesannya jika masih dapat diolah menjadi duit alias Fee,  mengapa tidak !.

Dan fakta terbaru yang di dapatkan oleh media ini, Warga ruli Edukit yang sudah digusur pihak pengembang hanya berkisar 20 Kepala Keluarga (KK) lebih saja, namun pematangan yang dilakukan di Kabil indah itu, dapat melebehi dari yang dibutuhkan.

Bahkan yang paling sangat ironis lagi, jauh hari dan bulan sebelum ada rencana penggusuran Ruli tersebut tersiar, media ini telah melihat, bahwa lahan Kavling diatas Kabil Indah  itu sudah lama matangkan.

Menurut salah seorang warga Ruli Edukit yang telah membangun rumahnya dikavling Kawasan Kabil indah itu, mengatakan, mereka yang digusur dari Ruli Edukit hanya berkisar 20 KK lebih saja, dan kesemuanya itu ditempatkan tinggal di Blok A. 

Dan yang menjadi pertanyaan media, akan dikemanakan sisa kavling lainnya yang jumlahnya masih rutusan petak kavling ? tidak menutup kemungkinan, ada dugaan jika kebihan Kavling tersebut, akan diperjual belikan.

Telusur-telusur, ternyata lahan-lahan yang sudah dimatangkan itu katanya adalah milik seseorang mantan pejabat di lantai II BP Batam, bekerja dengan pegawai lantai I yang masih bertugas saat ini.

Kendati demikian, semua kunci keputusan tentang perizinan sebelum lahan dimatangkan, adalah hak penuh ditangan atau kewenangan dari BP Batam.

Sebab sangat tidak mungkin, jika lahan dimatangkan tampa ada restu dari BP Batam, itu terbukti, jangankan restu, surat kavling juga dapat diterbitkan oleh pejabat lantai I BP Batam  padahal bukan Kavling hasil dari relokasi dari penggusuran.

Melihat hal ini, tentu sudah saatnya para penegak hukum Negara ini dapat mencermati delik-delik dari apa saja yang mereka (oknum Pejabat Bp Batam=red) lakukan untuk dapat melepaskan dirinya dari jeratan hukum.

Terkait maraknya asumsi kongkalingkong pengalokasian lahan di Batam, kini katanya telah menyebabkan semrawutnya tata ruang Kota Batam.

Banyaknya Asumsi dan persuasif dari masyarakat yang mengatakan Oknum Bp Batam terindikasi menjadi Mafia lahan.  dengan itu Tegas Gubernur Kepri mengatakan " Kita harapkan tidak ada mafia lahan di Batam. Nanti kita adakan pertemuan dengan instansi terkait lainnya agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujar Sani Minggu (8/3/2015) yang lalu kepada media.

Selain itu, Sani juga mengingatkan para pejabat yang berhubungan dengan lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam agar patuh pada aturan yang berlaku.

 “Saya ingatkan kepada mereka yang menangani masalah lahan kiranya dalam mengalokasikan lahan harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” Pesan ketua dewan FTZ Provinsi Kepri itu. kala itu.

Terkait sisa lahan kavling yang baru dimatangkan, yaitu tepatnya diastas pemukiman Kabil Indah Senjulung tersebut, ada dugaan jika sisanya akan diperjual belikan, Namun untuk memastikannya kebenarannya,  awak media ini mencoba dengan berulangkali melakukan cnfirmasi kepada Humas BP Batam, namun tidak menjawab.

Selain kepada humas BP Batam, awak media ini juga mengkonfirmasinya kepada Ketua BP Batam, Mustofa Widjaja  pada tanggal (13/10/2015), Namun sampai berita ini dimuat, satupun dari pihak BP Batam yang diconfirmasi, tidak ada yang berani menjawab, akan dikemanakan sisa lahan pematangan lahan yang sudah petak-petaki di Kabil Indah tersebut. 

Dan info terakhir yang terdengar menyebutkan, bahwa kavling  itu telah diperjual belikan oleh oknum pejabat dilantai I BP Batam kepada masyarakat dengan harga Rp 10 juta perkavlingnya. (Ag)

Editor : Agus Budi T