Tuesday, 27 October 2015

Merasa disudutkan , Ruslan M Ali Wasyim : Kita bekerja berdasarkan data

Ruslan M Ali Wasyim
Batam, Dinamika Kepri- Dalam pertemuan antara perwakilan warga dan LPM Kabil dengan komisi I dan komisi IV Dprd Kota Batam, Selasa (28/10),  Ruslan M Ali Wasyim, Wakil Ketua komisi I  merasa dirinya telah dipojokan dan dituduh warga dan LPM Kabil  telah mengobok-obok rencana baik mereka untuk membangunan gedung sekolah SMA Negeri 21 di Bumi Perkemahaan Kabil, Punggur, Batam, Kepri.

Warga dan LPM menuduhnya telah berusaha melakukan pengalihan lokasi pembangunan sekolah yang ketempat lain yang tidak kehendaki masyarakat.

Dalam pertemuan itu. Ruslan M Ali Wasyim mengklarifikasi anggapan yang tidak benar dari warga dan para LPM Kabil tersebut,  Katanya dalam Forum, Ia bekerja berdasarkan data.

" Kami Bekerja bersarkan data, Anggapan ini tidak bisa diterima dan jangan melakukan pengaburan fakta, kronologisnya lokasi ini adalah lahan tukar guling dari SMP 51 dengan SMA yang akan dibangun, dan karena ada sesuatu lain hal, maka pembangunan SMP 21 itu dibawa ke RT 1 /  RW10." Kata Ruslan.

Setelah Ruslan M Ali Wasyim usai menyampaikan pernyataannya dalam pertemuan diruangan rapat di komisi I itu, Muhammad Yunus yang datangnya terlambat mendatangi pertemuan, juga menyempatkan diri menyampaikan pandangannya dengan masalah yang sedang dibahas.

Namun hanya baru menyampaikan beberapa patah kata saja, ucapannya mampu membuat warga yang mendengarnya, menjadi naik darah sebab Ia bertanya kepada yang warga menghadiri pertemuan, katanya, " Setuju enggak sekolah itu dibangun ?, Lah kenapa cuma empat orang yang setuju? " Tanya Muhammad Yunus. 

Mendengar itu, wargapun menjadi emosi nyaris rusuh dan menjawab , " Jangan macing-mancinglah pak !, kami setuju kalau lokasi itu tidak dipindahkan," kata LPM dan warga. Kendati ada situasi demikian, pertemuan berakhir damai. (Ag)

Editor : Agus Budi T