Wednesday, 21 October 2015

Mahasiswi Universitas Indonesia itu, Ternyata diculik orang dekatnya

Pelaku penculikan, ditangkap polisi
Jakarta, Dinamika Kepri - Polisi akhirnya berhasil menyelamatkan Safira Permatasari (20 tahun). Mahasiswi Universitas Indonesia itu diculik Senin (19/10) pagi saat hendak ke kampusnya. Salah satu pelaku adalah orang dekat keluarga korban. Menurut Fairus, ayah korban, dia kenal dengan Ha, salah satu pelaku, yang dekat dengan keluarga korban.

Polisi berhasil membekuk pelaku setelah bekerja sama dengan keluarga korban. Kepada keluarga korban, para pelaku meminta tebusan duit USD1 juta.

Menurut penuturan Kepala Polres Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat, seperti ditulis Republika, Safira diculik saat berangkat ujian. Saat mobilnya lewat di bilangan Tanjung Barat, ada orang yang menggedor mobilnya karena merasa diserempet dan minta ganti rugi. Karena sedang terburu, Safira hendak berganti memakai taksi. Nahas, saat berpindah kendaraan ini dia diculik.

Fairus, ayah korban, mengetahui anaknya diculik saat berkomunikasi lewat telepon. Saat sedang berbicara, teleponnya mendadak terputus. Setengah jam kemudian, Fairus mendapat pesan pendek.

Isinya, "Kalau mau melihat Safira tetap hidup, serahkan uang tebusan senilai USD1 juta. Kalau tidak, Safira akan dibunuh," ujarnya di Polres Jakarta Selatan, Selasa (20/10), seperti dikutip Sindonews.

Karena panik, Fairus melaporkannya ke polisi. Polisi menyarankan menuruti permintaan penculik tapi mengulur waktu. Karena polisi juga tengah mengembangkan strategi untuk menyelamatkan korban dan membekuk pelaku.

Ayah korban menyepakati permintaan para pelaku. Setelah berpindah tempat, akhirnya disepakati uang diserahkan di sebuah hotel di kawasn Kota, Jakarta. Di tempat inilah, polisi berhasil membekuk sebagian pelaku.

Menurut Wahyu, penculikan ini sudah direncanakan dua bulan sebelumnya. Motifnya karena uang.

Total lima pelaku sudah ditangkap. Kompas.com menulis, mereka adalah Al, No, Ru, Ij, dan Ha. Al, No, dan Ru ditangkap di Hotel 1001, kawasan Kota, Jakarta Kota. Ij ditangkap di Cideng, sementara Ha ditangkap di rumah korban di Pancoran, Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 328 tentang Penculikan dengan hukuman 12 tahun penjara.


Source : beritagar.id