Thursday, 15 October 2015

Kondisi dikantor Bapedalda kota Batam, Selain pintu masuknya pakai PIN, Ternyata juga tidak miliki ruangan pelayanan publik

Batam, Dinamika Kepri - Wah..Ada yang aneh dan ganjil di Kantor badan penanggulangan dampak lingkungan daerah (Bapedalda) kota Batam, Kepulauan Riau, ini. Selain pintu masuknya harus memakai personal intren noumber (PIN), ruang khusus untuk pelayanan Publiknya juga tidak ada.

Ketika wartawan ini mempertanyakannya hal tersebut kepada seorang wanita pegawai yang setia menjaga pintu masuk keruangan kepala Bapedalda itu, Ia menjawab, " ada di pojok, tapi ruang pengaduan ". Ucapnya sembari sibuk dengan aktivitas dimeja kerjanya Pada hari senin (12/10/2015) lalu.

Pantuan media ini, yang terlihat hanya ada  ruangan untuk pos pengaduan yang mana ukurannya kurang lebih sekitar 2x2 meter persegi saja. Maka dengan adanya keanehan tersebut, tentunya wajib dipertanyakan dimanakah ruang pelayanan publiknya.

Ternyata selain itu, siapapun tidak dapat bebas masuk ke kantaor Bapedalda kecuali para pagawai yang berkerja disana,jika ada orang yang hendak masuk, tentunya harus dicerca beberapa pertanyaan dahulu dari pegawainya, " Ada Pak ?, mau ketemu siapa?, Oh lagi ada tamunya Pak !". tanya dan jawab dari pegawai Bapedalda dari balik pintu dan lansung pergi entah kemana dan membiarkan orang tersebut menunggu lama di ruang tunggu sampai waktu yang tidak tentukan. akibatnya banyak orang yang merasa kecewa.

Terkait tidak adanya ruang khusus palayanan publik serta pintu masuk harus menekan nomor PIN dikantor Bapedalda itu, awak media ini, pada hari Kamis (15/10),  mencoba mempertanyakan hal ganjil tersebut kepada kepala Bapedalda kota Batam, Ir. Dendi Purnomo. dan ia menjawab,katanya bahwa ruang Bapedalda itu sangat kecil. terkait pintu masuk memakai PIN, Ia menjawab lagi, penerapannya bukan hanya di Bapedalda saja, namun ditempat lain juga melakukannya hal sama.

" Pada sejak 2 tahun yang lalu, semua perizinan mulai dari Amdal, HO, Izin TPS, Izin Lingkungan dan izin pembungan Limbah Cair sudah di badan penanaman modal (BPM). Dan yang menerapkan pintu berkunci bukan hanya di Bapedalda saja, Dinas Tata kota, Bapeko,KPK dan sebagainya. sebab pengalaman kita beberapa kali ada pencurian, maka kami perlu mengamankan aset dan dokumen." Balasnya. 

Jawabnya lagi, "Selain itu ruangan bapedalda itu sangat kecil dibandingkan dengan dinas lain di gedung bersama. Bapedalda kota Batam menempati ruangyang paling kecil, jadi kami tidak menyiapkan ruangan Publik kecuali ruangan tunggu dan pos pengaduan. Menurut Obudsman pelayanan bapedalda memiliki angka yang baik "Green Area" tidak neko-neko." Tulis Dendi Purnomo, menjawab confirmasi tersebut melalui ponsel celularnya kepada awak media ini, Kamis malam, (15/10/2015). (Ag)

Editor : Agus Budi T