Saturday, 17 October 2015

Merasa benar, Korban kecelakaan di SP Plaza, Malah adu argument saling menyalahkan

Batam, Dinamika Kepri- Seperti biasa setiap sorenya, Para sicuriti SP Plaza, terlihat selalu rutin mengatur para pengendara yang hendak keluar masuk ke areal Plaza . Namun naas, sore itu, Sabtu, (17/10), tiba-tiba terjadi kecelakaan sesama para pengendara sepeda motor ditempat tersebut. 

Bahkan sicuriti yang bertugas saat itu, malah ikut dikaitkan bersalah dalam kecelakaan tersebut. Diduga bahwa sicuriti yang mengatur kendaraan sebelum kejadian melakukan tugasnya dengan tidak becus.

Sebelum terjadi kecelakaan, Sicuriti menghentikan laju kendaraan yang datangnya dari arah Tembesi, setelah mempersilakan kendaran masuk kearah SP plaza, ternyata ada pengendara yang jalannya lambat.  

Tak mau menunggu sabar, pengendara yang datangnya dari arah Tembesi, ada yang berkecepatan tinggi. Karena tidak sempat mengelak, tabrakanpun terjadi. 

Akhirnya pengendara dari Tembesi itu terjungkal hingga mengalami luka pada kakiny, selain itu, anak-anak yang dibawanya juga terlempar ke aspal dan segera dilarikan kerumah sakit terdekat. 

Setelah para korban dipinggirkan,  Para korban insiden laka itu bukannya salaing mengobati lukanya masing-masing, terlihat mereka malah saling adu argument dan membela diri masing-masing. Saling menyalahi. Bahkan sicuriti yang sudah ikut membantu menyelematkan mereka dari jalanan pasca tabrakan, sicuriti itu juga malah dituduh sebagai dalang kecelakaan itu. namun sicuriti itu tak ambil pusing. Katanya kalau mau ke polisi, kepolisi aja !. Katanya

" Yah enggak apa-apa, ayo ke polisi aja !," Ucap sicuriti itu kepada kedua korban sembari pergi menjalankan tugasnya mengatur kendaraan.

Namun  tidak sampai disitu, pemilik motor Mio BP 6017 FD yang kondisinya terlihat lebih parah dari yang ditabraknya, terlihat ada luka menganga pada kaki sebelah kanannya. kendati terlihat terus mengeluarkan darah segar, sepertinya ia tidak begitu memperdulikannya, sebab emosinya terlihat sudah memuncak karena yang ditbraknya itu tidak memerdulikan kondisinya. 

Korban yang terluka itu lalu minta bantuan perobatan, katanya berapapun, untuk biaya perobatannya. Namun  pemilik motor BP 5394 FN, tidak mau memberinya. diduga yang bersangkutan tidak mau karena mungkin ia tidak memiliki uang saat itu. Akibatnya masalah itu jadi berkepanjangan dan menjadi tontonan para warga yang berlalu lalang.

“ Saya tidak meminta uangmu, saya hanya minta perhatianmu, jangan main- minta maaf saja lalu pergi, lihatlah kondisi saya ini, masa minta belikan obat merah saja, tidak ada !, kamu juga lihat, anak saya sudah dilarikan kerumah sakit !, ya kalau memang tidak mau bantu, ya sudah pergi saja. “ ucap bapak yang terluka itu.

Kendati ucapan bapak itu sangat tersentuh, pemilik  motor BP 5394 FN, bersikukuh tidak memberikan dan hanya mengucapkan kata-kata minta maaf dengan tangan menyembah.

“ Maaf pak aku gak punya uang, sekali lagi aku minta maaf, kakiku juga sakit, jadi maaf.” Katanya menjawab.

Seorang ibu yang sedang bersama anak bayinya yaitu istri  pemilik motor motor BP 5394 FN itu, ia tampak emosi dan mengatakan, “ ini salahnya mereka, lagian sicuriti dah mengizinkan kami berjalan, eh bapak ini malah nyosor nabrak kami, dia yang laju kenapa malah kami yang disalahkan. dia yang laju makanya anaknya itu, sampai terlempar. buktinya kami enggak kenapa-napa, karena kami pelan-pelan, kata istri pemilik motor BP 5394 FN itu menuturkan kepada media ini. mendengar ucapan si ibu itu, bapak yang terluka itu sempat terpancing emosi, namun tidak berarti.


Kendati sesama  mereka ngotot agar masalah itu diselesaikan di kantor polisi , Namun warga yang mendengar itu mengatakan, Sudahlah damai saja. 

“ Sudahlah, maaf kalau boleh, diselesaikan disini saja, selesaikan secara kekeluargaan saja. “ Kata warga yang ikut nimbrung  mengamati permasalahan kedua orang yang sama-sama korban kecelakaan itu.

Pantuan media ini, memang tidak jarang, dimana disetiap ada kecelakaan, hal-hal saling menuding menyalahkan memang sudah menjadi trennya tersendiri, dan sangat disayangkan, kejadian-kejadian seperti ini sangat ironis jika diamati, kebanyakan korban hanya dibiarin bukannya ditologin, malah kebanyakan disetiap kecelakaan yang terjadi di Batam selama ini, rata-rata yang salah itu, yang paling ngotot menuding korbannya yang salah, apalagi ada logo atribut instansi tertentu menempel di kendaraannya, sudah jelas semakin bangga bahkan suaranya akan makih tambah kuat membentak korbannya, tujuannya agar tidak berkutik. 

Biasanya ketika diajak diselesaikan di kekantor polisi, orang bersalah itu pastinya akan lebih bersemangat, namun ketika sudah masalah itu sudah sampai ditangani polisi, yang bersangkutan biasanya hanya dapat diam seribu bahasa.(Ag)

Editor : Agus Budi T