Wednesday, 14 October 2015

Akibat kebanyakan Terima tamu, Kepala Bapedalda Kota Batam lamban menindak, Terkait limbah di hutan Kabil, Ir.Dendi Purnomo : Saya baru terima laporannya

 
Suasana gudang sebelum di Police line.Tampak material kaleng Cat usai baru di bakar dimuat keatas Lori. foto kamis,(23/7/2015).

Batam, Dinamika Kepri- Adanya Temuan masyarakat terkait limbah perusahaan yang  segaja ditumpuk tengah hutan Kabil, Jumat(24/7) lalu, dan sudah dipolice line oleh Petugas Badan penanggulangan dampak lingkungan daerah(Bapedalda) kota Batam ikut bersama anggota Dprd kota Batam pada waktu itu, ternyata sampai saat ini belum diproses oleh pihak Bapedalda kota Batam. Padahal waktu sejak dari penyegelan yang dilakukan, sudah berjalan hampir jalan 3 bulan.

Selain itu, police line yang  sebelumnya terpasang  digudang yang berhubungan dengan Limbah ditengah hutan itu, juga telah terbuka, tidak tahu mengapa dpat demikian, Namun itulah yang terjadi. Dan ketika diconfirmasi dengan berkali-kali terkait police line yang telah terbuka itu  kepada kepala Bapedalda, Ir Dendi Purnomo, tidak menjawab, sepertinya Ia enggan untuk menjawabnya.



Gudang di Police Line Oleh Petugas Bapedalda Kota Batam.Foto Jumat(23/7/2015).

Sudah 2,5 bulan lebih sejak dari penyegelan itu, namun sampai saat ini(14/10), terlihat tidak ada prosesnya, terkesan dibiarkan seakan tutup mata dan diseyapkan, tidak ada sangsi yang diberikan Bapedalda kota Batam kepada pihak perusahaan. Padahal tindakan yang dilakukan oleh salah satu Perusahaan Tranportir di Batam itu, jelas-jelas sudah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Namun sepertinya tidak ditindak, tidak tahu apakah sengaja dibiarkan atau bagaimana, tetapi itulah terjadi.

Melihat itu seperti di biarkan oleh Bapedalda Kota Batam, wartawan ini lagi-lagi mencoba mempertankannya kembali  melalui confirmasi kepada kepala Bapedalda itu pada hari Rabu (14/10) sore tadi,tentang  sampai dimana proses penegakan hukumnya tentang limbah itu. melalui pesan singkat dari ponsel celularnya , Dendi Purnomo menjawab, Saya baru terima laporan.

“ Saya baru terima laporan dari staf, masalah limbah Skrap di hutan, masih ditangani pos pengaduan, dan tidak benar masalah tersebut dibiarkan ,” balas Dendi.


Tampak Police Line telah Terbuka, Foto diambil pada 31/8/2015.

Seperti terlihat pada gambar dibawah ini, Limbah tersebut diduga mengandung B3, terlihat limbah itu tengah di tumpuk di tengah hutan disekitar Hutan petamina Tongkang Kabil,Punggur, Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat(24/7/2015) lalu.

Untuk menutupi kesalahannya, diduga perusahaan dan penampung bekerja sama untuk megelabui petugas. Dimana sebelum dijual kepenampung, sementara ditimbun dihutan, lalu membakarnya sedikit-demi untuk menghilangkan cairan yang melekat dikaleng cat tersebut.


Tampak Limbah di bertumpuk di Hutan disekitar pertaminan tongkang,Kabil, Punggur, Batam, Foto diambil Pada  kamis,(23/7/2015).

Dan yang paling sangat ekstreem, Limbah kaleng Cat yang berlumuran minyak itu dibakar di depan gudangnya. seperti terlihat pada gambar diatas, kaleng-kaleng cat jelas sekali ada bekas jejak baru dibakar, dan itu dibenarkan oleh para penjaga gudang yang tengah asyik memuat barang keatas keandaraan saat itu

“ Dibakar disini Pak, “ kata penjaga gudang itu memastikan kepada salah satu anggota Dprd Batam dari Komisi III, Jurado Siburian, saat itu sebelum di Police line.(Ag)

Editor : Agus Budi T