Sunday, 18 October 2015

Di Batam, Menteri Perhubungan RI, Lecehkan wartawan

Ignasius Jonan
Batam, Dinamika Kepri - Akibat adanya tindakan pengusiran terhadap puluhan Jurnalis Televisi, Surat Kabar, Media Online, Radio yang diundang pada acara kunjungan Menteri Perhubungan RI di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, pada Sabtu 17 Oktober 2015, serta dan adanya penolakan terhadap fungsi Kartu Identitas sebagai Jurnalis oleh Petugas KPLP Batam.

Besok (19/10/2015) seluruh pekerja pemberita yang berkumpul dalam sebuah Forum Jurnalis Batam, akan melakukan unjuk rasa atas sikap Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, tidak bersahaja kepada awak media di Batam.


Seperti dikutip media ini dari status Facebook, Zulham Rembo (18/10) menyampaikan pemberitahuan tentang rencana adanya aksi Unjuk Rasa yang diadakan besok dengan maksud dan tujuan: 


1.Menyampaikan kekecewaan para jurnalis terhadap sikap arogansi petugas KPLP Batam, dan keteledoran pihak Humas Kemenhub yang membiarkan undangan dilarang masuk.


2.Menuntut kepada pihak Humas Kemenhub beserta KPLP Batam untuk segera meminta maaf secara resmi melalui media, sebelum dilaporkan secara hukum atas pelanggaran UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999.


Awalnya, pada hari sabtu, (17/10/2015) lalu, Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan berkunjung tugas kerja Ke Batam, Kendati sebelumnya pihak KPLP Batam sudah mengundang puluhan Jurnalis Televisi, Surat Kabar, Media Online, Radio di Batam meliput kunjungannya, namun saat itu, tidak di izinkan untuk masuk, puluhan jurnalis itu malah diusir penjaga yang bersenjata lengkap.


Melihat itu, para wartawan itu akhirnya pergi meninggalkan acara itu begitu saja, namun setelah beberapa lama, wartawan itu kembali di panggil unutk meliputnya. karena sudah merasa telah diremeh dan dilecehkan, puluhan wartawan tersebut, tidak mengindahkan ajak itu. Akibatnya, peristiwa  pengusiran terhadap para wartawan itu kini akhirnya jadi berbuntut panjang. 


Kendati Menteri tersebut telah menyampaikan maafnya  melalui  Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) JA Barata kepada Wartawan itu, namun maaf tersebut, tidak diterima begitu saja, karena perihal pengusiran dilakukan tersebut, dinilai telah melecehkan 
terhadap tugas dan fungsi wartawan. (Ag)

Editor : Agus Budi T