Saturday, 17 October 2015

Akibat Air Keseringan Mati, Warga Mulai Kesalkan Pelayanan ATB Batam

Tampak stock air telah habis
Batam, Dinamika Kepri- Sejak berlakunya sistem buka tutup aliran air bersih dari ATB secara bergatian ke setiap tempat daerah di Batam, membuat sebagian warga Batam tengah merasa kesal dan akhirnya mengutuki pihak Adhya Tirta Batam  ATB dimana warga menilainya bahwa ATB Batam sudah tidak memberikan pelayanan maksimal lagi kepada masyarakat. 

Kepada wartawan ini Sabtu (17/10), salah warga Batam mengeluhkan kekesalannya tentang hal itu, katanya, kalau memang sudah tidak mampu melayani masyarakat, ya di bubarkan saja.

" Apa maksud ATB ini, kalau mati 1 jam 2 jam mungkin bisa ditolerir, ini mati sampai satu harian, apa gak ada otak mereka itu !, nyusahin masyarakat saja, ya kalau tidak mampu melayani lagi, bubarkan saja ATB itu, untuk apa dipertahankan lagi buat kesal saja. ini alasan debit air minim, makanya Oknum BP itu harus tegas, ini hutan digunduli, Gunung diratakan, semua mau di babat. makanya resapan air berkurang di Batam ini makin berkurang, " Ucap warga Batam yang menyebut namanya itu menuturkan (17/10).

Sebelumnya seperti tertuang distatus salah satu warga Batam Di Facebooknya pada minggu malam, (6/9/2015) lalu yang menyebutkan, Sudah waktunya ATB ini diaudit BPK dan kepolisian.

"Sudah waktunya ATB ini diaudit BPK dan kepolisian, alasannya jelas karena ATB itu perusahaan yang mengelola dan menyalurkan air bersih ke masyarakat Batam. Landasan auditnya adalah 1. UUD 1945 Bab XIV Pasal 33 ayat 2,3, Dan Undang undang Perlindungan Konsumen no. 8 thn 1999 pasal 4 dan seterusnya." tulisnya.

Himbaunya lagi dalam statusnya facebooknya itu, tulisnya " Mari kita buka mata lebar-lebar untuk melihat siapa ATB ini.....?, Koq seenak perutnya alirkan dan matikan air ke konsumen...?, Terlambat bayar air, seenak perutnya juga bikin hitungan denda tanpa kompromi. Alih-alih perusahaan swasta, apa gak bisa di usut ?, Apa ada dasar kekebalan hukumnya, kayak duta besar dan diplomat ya...?, Menurut saya, seharusnya ATB itu sudah berakhir masa kontraknya, setelah Otorita Batam dibubarkan..... Tidak perlu harus menunggu tahun 2020 ". Tulisnya lagi. (Ag)


Editor : Agus Budi T


loading...