Tuesday, 1 September 2015

Diduga tidak perduli dengan warga sekitar, Petugas TPA bakari sampah di malam hari

Batam, Dinamika Kepri - Tidak tahu apa yang sedang ada dibenak hati para petugas di Tempat penampungan akhir (TPA) Punggur hingga beranikan melakukan pembakaran sampah di malam hari.

Ada dugaan jika petugas TPA itu ingin membunuh seluruh penduduk Kabil dengan berlahan melalui asap sampahnya untuk meracuni pernafasan setiap masyarakat yang bermukim di Kabil dan punggur disekitarnya

Adanya pembakaran sampah dimalam hari itu, diduga tujuannya agar tidak terlihat, dan asapnya itu tidak kelihatan serta dapat dihirup ketika orang-orang disana sedang tidur, tujuannya agar warga disekitar Kabil dan Punggur dapat mati dengan berlahan.

Ucap warga disana katanya, Petugas di TPA itu selalu saja melakukan pembakaran telah dengan sengaja sampah di malam hari, dan akibatnya asap pembakaran itu, menyelimuti areal pemukiman sekitar. dan tidak jarak kalau ana-anak mereka juga telah menderita isfa akibat perlakuan petugas TPA itu. 

Salah satu warga yang tinggal di perumahan Jasinta, Kabil, Ismail Damanik kepada wartawan ini mengatakan, bahwa setiap malamnya di TPA itu, selalu ada pembakaran sampah, hingga apinya terlihat dari kejauhan, apinya begitu besar dan asapnya menyelimuti pemukiman.

" Sudah beberapa hari ini pembakaran sampah di TPA selalu dilakukan, apinya juga sampai terlihat dari kejauhan, apinya menggunung, asap juga sampai ketempat kami. kalau bisa tolong itu diperhatikan, kami semakin tidak tahan untuk mencium ataupun menghirup asapnya." katanya kepada media,Selasa (1/9) 

Adanya aktivitas pembakaran tersebut, ada dugaan kalau  mereka yang melakukan pembakaran sampah di malam hari itu, di suruh oleh atasannya, sebab tidak mungkin itu dilakukan, jika tidak ada yang memerintahkannya.

Terkait adanya keluhan dari warga yang sudah meresakan kekecewaan dengan asap pembakaran dari sampah itu. Melalui celular, Awak media ini mencoba menghubungi kepala dinas kebersihan dan pertamanan kota Batam, yaitu Drs.Sulaiman Nababan. 

Selain menghubunginya, awak media juga telah mencoba melakukan confirmasi melalui pesan singkat ke ponsel celuarnya, namun sampai berita diunggah, Kadis DKP itu, memilih tidak menjawab. (Ag)

Editor : Agus Budi T