Friday, 25 September 2015

Pemindahan lokasi pembangunan SMAN 21, Diduga modus pencitraan serta motivasi terselubung

Batam, Dinamika Kepri- Terkait adanya niat dari satu orang Staf ahli Dprd dan dua orang oknum Dprd Kota Batam yang tidak beretika yang ingin melakukan pemindahan lokasi sekolah tampa kompromi dengan masyarakat setempat, akhirnya tindakan semena-mena itu berakhir kontra membuat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabil, Punggur, Batam, Kepri, berang hingga bermuara dikomisi I Dprd Kota Batam, Pada hari Rabu  lalu.

Padahal Lokasi pembangunan sekolah SMAN 21 itu, sudah siap bangun, dimana semua persiapan itu telah dilakukan oleh LPM dengan bersusah payah dari jauh-jauh hari. dari proses pembebasan, gati rugi tanam tumbuh, maupun mengurus legalitas surat menyurat keabsahan untuk lahan pembangunan SMAN 21 tersebut. 

Namun setelah itu selesai dilakukan, tiba-tiba ada yang oknum-oknum sengaja masuk merusak suasana diduga untuk memperlambat pembangunan sekolah itu.


Tidak tahu apa maksudnya, tiba-tiba  ada seorang Staf Dprd yang juga mengaku anggota dewan kepada LPM di sana, datang masuk merusak suasana dengan memancangkan plang papan seperti tampak gambar diatas, terlihat dipampang dilokasi lain.


Melihat itu , LPM kabil pun mencak-mencak, mereka bertanya mengapa kenapa bisa demikian, arahan siapa, rekomendasi siapa, kenapa tidak menghargai perjuangan kami, tujuannya apa, kenapa dialihkan 
tampa ada kordinasi, tanya mereka (LPM=red), tak habis pikir.

Kendati lahan baru itu lebih luas dari sebelumnya, LPM ngotot tidak mau kalau lokasi pembangunan SMAN 21 itu dialihkan ketempat lain.

Maka melihat adanya perlawanan dari warga dan LPM setempat membuat Munir yang katanya sempat mengaku anggota dewan di Batam itu, juga mengancam LPM akan dipidanakan jika menghalangi niatnya.

Telisik punya telisik ada dugaan, bahwa langkah pemindahan lokasi pembangunan sekolah itu ada tujuan untuk pencintraan bagi kedua orang oknum Dprd yang dimaksud, menunjukan kepada warga disana kalau mereka bekerja membela kepentingan masyarakat.

Ditambah lagi lahan baru itu lebih luas dari lahan sebelumnya, tentunya ada dugaan motivasi lain dengan kelebihan sisa lahan itu nantinya, dimana jika lahan Sekolah berhasil mereka pindahkan, maka sisa lahan itu nantinya diduga akan diolah untuk peruntukan lain. (Ag)

Editor : Agus Budi T