Tuesday, 1 September 2015

Curiga peruntukan lahan telah dialih fungsikan, Warga di 4 Perumahan di Kabil Punggur, Mulai pertanyakan lahan pemukiman mereka

Batam, Dinamika Kepri - Sekian cukup lama mendiami tempat tinggalnya, akhirnya para warga masyarakat yang ada tinggal di  4 perumahan di Kabil, Punggur, Batam, Kepri, saat ini mulai membuka mata dan mempertanyakan status peruntukan lahan pemukiman mereka, setelah PT Ecogreen Olechemicals mencemari lingkungan pemukiman mereka, dalam kurun 1 bulan terakhir ini. 

Mereka terlihat sepertinya, tidak habis pikir, setelah melihat menimbang-nimbang dengan posisi tempat tinggal mereka yang sangat berdekatan areal industri yang rentan membuat potensi pencemaran. 

Melihat lokasi industri terlalu berdekatan dengan pemukiman mereka, kini mereka tengah merasa curiga jika Pihak Bp Batam, diduga telah melakukan alih fungsi lahan peruntukan industri sebagaian dibangun unutk perumahan, seperti perumahan yang mereka tinggali saat ini.

Mereka  menduga jika pemukiman yang mereka  tinggalin saat ini, tidak sesuai fungsinya. akibatnya harus menerima dampaknya. 

Menurut hemat mereka, pemukiman mereka itu, terlalu dekat dengan areal industri, yang ada disekitarnya dan layak dipertanyakan.

Maka, dengan adanya dugaan alih fungsi yang dimaksud. Akibatnya mereka kini harus menerima dampaknya seperti dampak lingkungan dari kebocoran dari tabung asap pemabakaran Batu Bara dari PT Ecogreen Olechemicals  yang ada disekitar tersebut.

Ketika mendatangi PT Ecogreen Olechemicals untuk menghentikan kebocoran itu, minggu (31/8/2015) lalu, sebahagian warga lainnya juga terlihat tengah serius ingin mengetahui dan penasaran status pemukiman mereka tinggalin saat ini.

Mereka juga menduga jika lahan pemukiman mereka sebelumnya adalah peruntukan industri namun ada yang telah berani mengalih fungsikan menjadi peruntukan perumahan. selain itu mereka juga meminta ada pihak-pihak yang berwenang dapat segera untuk mengusut dugaan alih fungsi tersebut.

" Kami sebagai warga, sangat mempertanyakan, siapakah oknum BP Batam yang telah berani memberikan izin membangun perumahan dibangun diareal  industri . kami  juga sangat mengharapkan agar kasus ini segera di usut tuntas, ini terkesan adanya alih fungsi. kalau kami sendiri sebagai masyarakat, ya tahunya ada barang kami beli, maksudnya ada rumah kami beli. Jelas kalau seperti ini modelnya, ini sama saja, mau membunuh masyarakat dengan berlahan. dan yang menjadi pertanyaan, dari mana pula ada rumusnya pemukiman bisa dibangun atas dilokasi industri, mestinya ada pihak-pihak yang wajib mempertanyakan masalah ini." Kata seorang warga, Minggu (31/8/2015) lalu.

Saat ini ada 4 perumahan yang telah dibangunan dan telah di diami 1000 lebih kepala keluarga (KK) itu antara lain, perumahan Jasinta tahap 1, 2, perumahan Armendo Raya dan perumahan Gusti Ayu.

Terkait adanya rasa penasaran dari warga ingin mengetahui  status pemukiman mereka tersebut saat ini, kepada Humas BP Batam, awak media ini juga telah mencoba melakukan confirmasi mengenai Adanya dugaan alih fungsi fungsi itu. Namun sampai berita ini diunggah Selasa (1/9) pada pukul 20 : 30 Wib, Humas BP Batam itu, belum dapat menjawabnya, Katanya menjawab sebelumnya, " Saya tanya dahulu kebagian lahannya." ucapnya kepada wartawan ini, selasa sore,(1/9).

Maka dengan adanya dugaan alih fungsi seperti  yang dimaksudkan oleh warga ke 4 perumahan itu, sudah tentu telah merusak tata ruang di kota Batam, namun apalah artinya jika tata ruang rusak, jika uang fee dari alih fungsinya dapat dimamfaatkan.(Ag)

Editor : Agus Budi T