Saturday, 26 September 2015

LPM Kabil Ngaku, Munir telah melaporkan mereka ke Polisi

Batam, Dinamika Kepri- Permasalahan pengalihan lahan pembangunan SMAN 21 Batam, yang kini berusaha dicoba dialihkan oleh dua oknum anggota Dprd Batam berserta jaringannya yaitu salah satu oknum staf Dprd Batam  ke tempat lain dari sebelumnya, kini kondisinya semakin meruncing.

Pasalnya, orang yang  disebut-sebut sebagai kaki tangan dari kedua oknum Dprd Batam yang bernama Munir itu, telah melaporkan Pihak LPM ke polisi Sektor Noungsa atas tuduhan pengerusakan.

Seperti penuturan anggota LPM kepada media ini, Kemarin, Jumat (25/9) sore, membenarkan kabar pelaporan itu, katanya Munir telah melaporkan para anggota LPM itu kepada pihak Polisi di sektor Noungsa, Batam dengan tuduhan pengerusakan karena LPM telah berani mencabut plang papan nama yang bertuliskan “ Dilokasi ini insyah Allah akan di bangun sekolah SMAN 21 kota Batam” seperti tampak gambar diatas.  

" Benar, kemarin hari Jumat sore, Munir telah melaporkan kami (LPM=red) ke Polisi sektor Noungsa. " Terang Herwin Syahputra.

Terkait laporan itu, menurut Sekretaris LPM Kabil, Herwin Syahputra, sampai saat ini, ucapnya belum ada panggilan dari polisi atas laporan Munir tersebut.

" Belum ada panggilan dari laporan itu." Kata dia

Untuk memastikan laporan yang dimaksud itu, awak media ini mencoba memastikannya kepada Feri selaku Babin Kantibmas di Polsek Noungsa, Batam, Kepri. Feri membenarkan, kalau seseorang yang bernama Munir telah melaporkan pihak LPM Kabil, ke polisi.

“ Benar kemarin, kalau tidak salah namanya Munir, memang telah melaporkan pihak LPM kepada kami,” Kata Feri membenarkan kepada awak media ini, pada Sabtu malam (26/9).(Ag)

Editor: Agus Budi T