Monday, 28 September 2015

Masalah pembangunan SMAN 21 Batam, LPM Kabil akhirnya Melapor Ke Dprd Provinsi Kepri

Tanjung Pinang, Dinamika Kepri - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabil, Batam, Senin Pagi, (28/9), terlihat berangkat ke Tanjung Pinang. Katanya mereka hendak ke kantor Dprd, untuk melaporkan dan menyampaikan rencana mereka, tentang rencana pembangunan SMAN 21 Batam.

Selain untuk menyampaikan konsep mikanisme rencana pembangunan sekolah itu, mereka (LPM=red), juga menyampaikan, agar pihak Dprd Provinsi Kepri, juga dapat menahan segala upaya orang-orang yang ingin mengalihkan lahan pembangunan sekolah itu ke tempat lain.

Menurut Sekretaris LP Kabil,  Herwin Syahputra, mereka telah melaporkan semuanya, bukan hanya kepada komisi IV, pihak LPM juga menyampaikan hal itu kepada Komisi I dan II, Dprd Provinsi Kepri.

" Kita melaporkannya ke Dprd provinsi, agar pembangunan sekolah tersebut dapat terealisasi sesuai rencana, selain melaporkannya untuk mengawal, harapannya agar lokasi pembangunan itu, tidak dialihkan." Kata Herwin Syahputra.

Terkait adanya upaya hukum yang dilakukan oleh Munir terhadap mereka, Sekretaris LPM itu menjawab, katanya akan melakukan hal serupa juga. yaitu akan melaporkan balik pihak yang bersangkutan. selain itu, dua oknum Dprd Batam yang disebut-sebut terlibat dalam pengalihan lahan pembagunan SMAN 21 itu, nantinya juga akan dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) Dprd kota Batam.

" Kita juga akan melaporkannya ke polisi, sedangkan dua oknum Dprd yang terlibat, akan kita laporkan juga ke Badan kohormata Dprd Kota Batam." Tegas dia.

Sebelumnya, LPM Kabil telah mendapatkan lahan untuk pembangunan SMAN 21, namun kendati semua sudah tercapai. ada pihak-pihak yang  mencoba masuk dengan merusak rencana pembangunan sekolah tersebut, dengan berdalih mengalihkan lokasi pembangunannya.

Akibatnya, Pihak LPM tidak terima, merasa tidak di hargai, maka LPM mencabut plang papan yang bertuliskan " “ Dilokasi ini insyah Allah akan di bangun sekolah SMAN 21 kota Batam”, dimana plang itu ditancapkan oleh pihak Munir CS di lahan lain. melihat Plang di cabut LPM. Munir pun melaporkan LPM Kabil itu ke polisi Sektor Noungsa, pada Jumat (25/9) lalu.

Bukan sampai disitu saja, sebelum Munir melaporkan LPM ke polisi, pihak LPM Kabil tersebut sudah terlebih dahulu telah mendatangi Komisi I Dprd Kota Batam, untuk mempertanyakan siapa Munir yang di maksud, sebab dinilai sudah terlalu lancang dengan berani mengambil keputusan sendiri dengan menancapkan plang papan pemberitahuan lokasi pembangunan sekolah  SMAN 21 padahal bukan pada tempat yang di inginkan masyarakat. ternyata selain ada kesan memaksakan kehendak, LPM juga mengatakan, kalau Munir juga mengaku-ngaku selaku anggota dewan dari komisi I Dprd kota Batam. 

Namun setelah itu dipastikan, Munir bukanlah anggota Dprd melainkan Staf  ahli di kantor Dprd Kota Batam, dimana itu terungkap ketikan Pihak LPM dan anggota dewan Komisi I, melakukan dengan dengar pendapat diruang pertemuan di di komisi I pada hari Rabu, (23/9) yang lalu. selain mengaku anggota dewan, Munir juga mengancam akan mempidanakan LPM, dan itu terbukti. Munir melaporkan LPM ke Polsek Noungsa, Batam. dan Feri  selaku Babin Kantibnas Polsek Noungsa, membenarkan adanya laporan tersebut. (Ag)

Editor : Agus Budi T 
 


loading...