Tuesday, 29 September 2015

Lewat Jejaring Facebook, SBY Ungkap Siap Pasang Badan Jika Militer Kudeta terhadap Presiden !


Nasional, Dinamika Kepri - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa ia akan berdiri di barisan paling depan dengan menolak jika ada Militer Indonesia yang mengkudeta presiden RI selaku Pemimpin Tertinggi  Pemerintah dan Negara.

Itu karena munurut SBY kudeta sama saja dengan menggerus hasil kerja keras pada perwira tinggi TNI yang dilakukan Pascareformasi sampai hari ini.

Menanggapi buku Transformasi TNI karya Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo doi Kantor CSIS jalan Tanah Abang III Jakarta Pusat Mantan Presuiden SBY mengatakan bahwa kalau nada pemikiran militer untuk melakukan Kudeta, sekarang ia akan pasang badan di barisan paling dengan untuk menghalau dan tidak setuju.

Kalau ada yang tetap nekat melaksanakan Kudeta ia menegaskan akan beradsa di Pihak Yang berseberangan dengan pihak yang mengkudeta tersebut. Menurutnya mengkudeta Peresiden akan menghancurkan apa yang sudah dilalaui dan Diupayakan Negara Ini.

Ia menjelaskan jiak henda menyampaikan sesuatu terkait dengan kondisi terkini, para petinggi TNI dan Polri dapat langsung mengkomunikasikan ke Presiden. Penyampaian perlu dilakukan dengan baik dan Kontekstual tak perlu denagn cara cara yang radikal. Hal tersebut dikarenakan ada Mekanisme di mana presiden memiliki Ruang untuk berkomunikasi dengan Panglima TNI dan Kapolri.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat tersebut jugamengatakan bahwa Jika ada pikiran yang hendak disampaikan kepada Presiden sampaikan saja disini melalui jalur yanhg Resmi dan Benar. Menurutnya mengingatkan Presiden Tidak dilarang . Dengan begitu Presiden Pun akan dapat mendengarkan dengan langsung.

Ia mengimbau jika samopai ada Jalan Pintas melalui Kudeta, maka demokrasi Negara Indonesia yang sudah dibangun selama 70 tahun akan rusak. Tidak akan ada lagi Demokrasi seperti yang telah dicita – citakan Negara Indonesia. Bahkan Menurut SBY bukannya semakin Maju, Demokrasi Indonesia akan mengalami Penurunan dan Bahkan Mundur Ke Belakang. Hal ini jika pengambilan Kekuasaan dengan Paksaan atau Kudeta tersebut.

Selain itu Nama Demikrasi di Indonesia akan tercoreng. Dan Demikrasi Kembali ke belakang. Menurutnya hal tersebut bukanlan Pilhan Reformasi yang dilaksanakan Hingga saat ini. halk tersebut merupakan Sebuah penyimpangan menurut SBY.

Scoure : smeaker.com