Wednesday, 16 September 2015

Ketahui Tentang Arti dari Musuh, Teman Dan Sahabat

Dinamika Kepri - Musuh itu adalah sahabat sejati yang tidak menyatu dengan kita, Ia kerap melakukan selisih faham dengan kita dan ingin selalu menjatuhkan kita. 

Namun disisi lain, musuh itu lebih baik karena telah banyak berkorban ketimbang seorang teman, sebab ia harus rela menghabiskan waktunya, hanya memperhatikan apa saja yang kita lakukan. dan kita mengetahuinya. Bahkan dan secara tidak sadar, banyak perubahan yang kita lakukan, agar kita lebih baik dari sebelumnya, kenapa itu kita lakukan ?, sebab kita akan takut, jika musuh kita itu, dapat mengetahui apa saja kesalahan yang kita lakukan.

Sedangkan teman, teman itu ada dimana saja. apalagi kita orang yang mapan, satu hari bisa menemukan seribu teman, bahkan lebih dari itu, itulah teman.

Beda dengan sahabat, sahabat itu jarang ada, dia langkah, sahabat itu ada ketika kita mengalami kesusahan saja, dan ketika kita merasa senang, dia enggan bertemu dengan kita, itulah sahabat, sahabat tidak mau mengganggu kesenangan sahabatnya.  

Sahabat itu jauh tidak berjarak, dekat tidak bersentuhan. rasa persahabatan itu unik, kenapa di bilang unik?, diantara mereka tidak ada kebohongan, mereka sama-sama mengetahui apa saja yang mereka lakukan, bahkan apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya, tidak perlu diketahui oleh siapaun.

Kendati mereka saling memaki satu dengan yang lain, itu hanya gurauan dari kekesalan sejenak dan bukan menjadi sesuatu hal yang harus disimpan di dalam hati. kecuali kepada teman, jangan pernah anda melakukannya. teman ada batasnya. jika anda melakukannya, tanggung sendiri resikonya. 

Beda dengan sahabat, biasa itu akan dianggapnya hanya guyon belaka dan sekaligus sebagai teguran agar dapat lebih dipahami apa makna dan tujuannya, itu memang jarang terjadi, namun mengapa seorang sahabat tega mengatakan demikian (makian=red), mungkin  itulah arti sahabat, sahabat akan mengingatkan sebelum musuh dan temannya yang lain lebih dahulu akan mengatakan demikian.

Mengapa sahabat memaki sahabatnya, itu terjadi karena diantara mereka sudah tidak ada jarak, tidak ada rasa sungkan, tidak rasa segan ataupun saling menghargai, walau demikian terjadi, sesama sahabat tetap saling menjaga agar yang lain tidak menyakitinya. 

Selain itu, mereka sama-sama tahu, sebab mereka sudah saling mengenal lebih dalam pada  sebelumnya, jauh dari apa yang dibayangkan, terkadang tidak masuk logika apa yang mereka sudah lalui. dan jika seorang sahabat salah mengartikan dalam hal tersebut, berarti dia bukanlah sahabat, melainkan hanya seorang teman seperti yang lainnya.

Rasa pemusuhan akan saling menjatuhkan, rasa pertemanan hanya sebatas saling menghargai, sedangkan rasa persahabatan, adalah rasa saling menjaga. menjaga dari hal-hal yang terburuk sekalipun.

Singkatnya dikatakan maka lahirlah istilah dengan ucapan, Musuh bebuyutan, Teman akrab dan sahabat sejati.

Biasanya musuh datangnya dari pertemanan, pertemanan lalu menjadi persahabatan. banyak musuh menjadi teman, namun tidak akan pernah menjadi sahabat, sebab mereka berteman karena ada maunya yaitu tujuannya, agar saling menghargai saja.

Teman jadi musuh, musuh jadi teman, teman menjadi sahabat, dan sahabat tidak akan berubah menjadi apapun, sahabat tetaplah sahabat kendati ruang waktu dan jarak menjauhkan diantara mereka.

Jadi pilih yang mana ?, jadi musuh, teman atau jadi sahabat ?. pililah sesuai kesanggupan anda.

Ucapan musuh, " Kapan kamu enggak silap, awas kamu !".
Ucapan teman, " Lihat nantilah, kalau ada waktu, aku pasti datang."
Ucapan sahabat, " Pergilah kemana saja jika kamu sudah mapan,, dan jangan sungkan untuk kembali jika kamu mengalami kesusahan..Aku selalu ada untukmu kawan."

Sahabat Yang baik adalah mereka yang mengisi kekuranganmu bukan mengisi kekosonganmu, Seorang sahabat adalah Kado yang anda berikan kepada diri anda sendiri.

Sifat-Sifat dari Seorang Sahabat :

*Jika Engkau membuat baik kepadanya, ia akan lebih baik dan melindungimu.
*Jika Engkau rapatkan persahabatan dengannya,ia akan membalas baik persahabatanmu itu.
*Jika Engkau mengulurkan sesuatu kebaikan kepadanya,ia akan menerima dengan baik.
*Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik darimu,ia akan menutupnya.
*Jika Engkau meminta suatu bantuan daripadanya, ia akan mengusahakannya.
*Jika Engkau berdiam diri(karena malu hendak meminta),ia akan menanyakan kesusahanmu.
*Jika Engkau berkata kepadanya, ia akan membenarkannya, walaupun itu sebenarnya ucapanmu itu salah.
*Jika Engkau merangcang sesuatu,ia akan membantumu.
*Jika Engkau berselisih faham, Niscaya ia lebih senang mengalah.(Ag)

Editor : Agus Budi T