Thursday, 17 September 2015

Berdalih miliki Izin Gelper, Tiga jenis mesin siluman, Masih beroperasi di Indah Zone dilantai II Hourbour Bay

Batam, Dinamika Kepri- Berbagai usaha dan upaya dilakukan oleh pemerintah (Pemko) dan Dprd Kota Batam,  untuk menertibkan Gelanggang permainan (Gelper) yang terkesan  telah menjalankan aktivitas judi terselubung disetiap sudut di kota Batam, Kepri.

Untuk menghilangkan imets Batam sebagai kota Judi, maka lahirlah peraturan daerah (Perda)  untuk mengaturnya dimana perda tentang izin gelper sesuai dengan Perda Pariwisata, Perda 17/2001 direvisi nomor 3 tahun 2003 yang mengatur tentang gelper yang mana disebutkan dengan jelas, bahwa yang namanya unsur perjudian itu tidak dibenarkan. 

Namun revisi perda itu tidaklah  ampuh seperti yang diharapkan, banyak pelaku Gelper yang mengangkanginya. Kesannya hanya sebatas aturan yang bisa dilanggar oleh siapa saja.

Bukan jadi soal, Kendati  biaya untuk menggodok revisi perda itu tidak gratis, Bagi pemerintah dan Dprd kota Batam tidak jadi masalah. Sebab itu bukan uang dari mereka, itu uang dari masyarakat. Jadi untuk apa mereka harus memantau perda tersebut. Sebab itu tidak ada untungnya lagi bagi mereka. 

Adanya sikap tidak perduli itu dari pemko dan Dprd Batam untuk memantau perda tersebut, membuat para Pengusaha Gelper bebas melenggang melakukan seenak perutnya tampa mengindahkan aturan Perda yang ada. Apalagi  Dengan mengatongi Izin dari badan Penanaman modal, para pengusaha itu, telah merasa power kesannya  sudah seperti kebal hukum saja.

Seperti dititik lokasi Gelper di Indah zone Hourbour Bay lantai II Batam, Kepri. Dilokasi gelper itu, terlihat ada 3 jenis mesin siluman penghisap uang. pantuan awak media ini di Indah Zone, tampak ada mesin Doraemon, MM, dan mesin Pokker disesaki para pemain.

Kendati mesin siluman ini telah dilarang dioperasikan, namun pihak Indah Zone berkilah telah memiliki izin operasinya.  Ketika diconfirmasi media ini, Pak Aku yaitu sang pengusaha Gelper itu menjawab, sudah mengantongi izinnya.

" Iya, saya sudah ada izinnya. " kata dia memastikan kepada wartwan ini (17/9) kamis sore, melalui celularnya.

Namun tidak berselang berapa lama, seorang yang mengaku wartawan sekaligus ketua APGEMA, Jonni Pakkun yang diduga juga membek-up seluruh gelper di Batam itu, menghubungi wartawan ini, kepada awak media ini Ia mengatakan, bahwa pengoperasian ke -3 mesin siluman di Indah Zone itu, telah ada izinnya.

Sebelumnya ketika mesin siluman yang dimaksud, sangat dilarang pengoperasiannya sebab ke 3 mesin itu mesin yang berpontesi judi. sebab untuk mengisi kreditnya saja, para pemain harus mengisi kreditnya minimal Rp 50 ribu rupiah. 

Bahkan tidak jarang, para pemain bisa menghabiskan puluhan juta uangnya hanya dalam hitungan jam. kendati ada hadiah berupa barang yang dipampangkan di belakang kasir, terkesan itu hanya modus belaka untuk mengalabui para petugas penegak hukum, agar kesannya tidak ada kesan unsur judinya dan penukaran hadiah dengan uang.

Mesin ke 3  jenis siluman itu, informasinya ternyata dapat diatur kapan memberikan hadiah (Hose) dan kapan menghisap uang dari para pemainnya. maka dari itu, disebutlah mesin tersebut, mesin siluman yang bisa dikendalikan oleh tekhnisinya maupun pengusaha gelpernya.

Adanya mesin siluman yang beroperasi itu, sepertinya hal tersebut bukan hal yang meng momokkan bagi pengusahanya. disamping tidak ada tindakan dari penegak hukum yang berarti, sudah barang tentu para pengusaha Gelper dapat mengangkanginya.

Aturan, Perda ataupun apa namanya, terkesan hanyalah aturan belaka yang bukan berarti harus dijalankan, sebab itu terlihat. dimana pelaksanaan dilapangan tentang perda itu, tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Terkait adanya perda tentang aturan main tentang Gelper yang sudah ada, besar dugaan jika para pengusaha Gelper di Batam menganggap, bahwa keberadaan Perda Pariwisata, tentang Gelper 17/2001 direvisi nomor 3 tahun 2003 itu, hanya akal-akalan oknum pemerintah dan oknum Dprd kota Batam saja yang hanya bertujuan untuk menghabiskan uang rakyat. adanya dugaan itu, Akibatnya, membuat sebahagian para pengusaha Gelper di Batam, tidak terlalu peduli untuk mengindahkan aturan Perda yang dimaksud.(Ag)

Editor : Agus Budi T