Friday, 18 September 2015

Hutang Indonesia terhadap luar negeri meningkat dratis, Tahun 2013 Rp 2.983 Triliun, 2015 menjadi Rp 4000 Triliun lebih

Dinamika Kepri- Sepertinya  Indonesia tidak dapat lagi lepas dari jeratan  hutang luar negeri, dimana menurut data yang dilansir BI, menunjukkan bahwa posisi hutang luar negeri Indonesia pada akhir Juli 2013 lalu, tercatat hutang indonesia telah mencapai sebesar USD 259,54 miliar atau setara Rp 2.983 Triliun. 

Kini hutang-hutang tersebut bukannya terlunasi, malah semakin menumpuk. sebab di dalam jangka 2 tahun terakhir ini, tahun 2015, hutang luar negeri Indonesia meningkat kembali menjadi Rp 4000 Triliun lebih atau mengalami peningkatan sekitar Rp 1.017 Triliun.

Kendati hutang Indonesia semakin menumpuk, semua pejabat di negara ini, malah asyik membahasi kenaikan upah tunjangan masing-masing, tak terkecuali termasuk para anggota Dprd Batam. yang mana untuk tunjangan perumahan saja, mencapai Rp 23 juta perbulannya.

Tidak tahu apa yang sedang di pikirkan orang -orang yang berkopenten di negara ini, sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarmo, sudah  ngutang Rp 58,5 triliun ke China yang di teken dirut Garuda Indonesia 17 Juni lalu. kini Rini kembali mengambil utang Rp 50 triliun pada China.

Bahkan yang paling Extreem lagi, untuk mendapatkan pinjaman itu,  Rini menjaminkan 3 bank BUMN. dimana bersama tiga orang direktur bank BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Mandiri, Rini menandatangani pinjaman uang tersebut dengan pemerintah China dengan nilai pinjaman yaitu sebesar US$ 3 Miliar atau setara 50 Triliun lebih.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga sukses melobi pemerintahan Cina untuk memberikan bantuan kepada Indonesia. Ini terbukti setelah Tiongkok dipastikan akan memberikan pinjaman sebesar US$ 50 miliar atau setara dengan Rp 625 triliun untuk membangun proyek infrastruktur.

Padahal, hutang luar negeri adalah merupakan suatu masalah serius bagi pemerintah. Jika suatu negara memiliki utang luar negeri masalah yang muncul adalah menyangkut beban utang yaitu pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri. 

Semestinya pemerintah berupaya meningkatkan pertumbuhan ekspor supaya cadangan devisa (pendapatan negara) menjadi bertambah serta mengurangi kebiasaan utang. Lebih baik memanfaatkan sumber daya yang ada secara kreatif tidak tergantung pada bantuan dari pihak luar.

Utang telah menempati peran penting melalui mekanisme ekonomi kapitalis. Dalam konsep kapitalisme diarahkan dan dibenamkan pemikiran kita bahwa utang mengambil peranan yang penting dari penempatan modal awal yang akan digunakan untuk memulai suatu usaha sampai dengan ekspansi bisnis yang dilakukan oleh individu maupun perusahaan serta  pemerintah.

Konsep tersebut diterapkan dengan asumsi bahwa baik individu mau pun perusahaan tidak akan memiliki cukup uang untuk melakukan rencana ekspansi/perluasan usaha, sehingga sudah menjadi hal yang lumrah untuk mencari pinjaman. Bukannya menunggu dari akumulasi keuntungan. Hutang dapat menjadi alat untuk mengumpulkan dana kemudian diberdayagunakan dalam proses kegiatan suatu perekonomian.

Peningkatan utang pemerintah yang mengarah pada jebakan utang tentunya memberikan beberapa dampak negatif yang akan menimpa bangsa Indonesia.Lalu kenapa jalan ini yang dipilih untuk pembangunan? Padahal ini adalah Jeratan dalam konsep utang yang dapat menghancurkan sistem maupun struktur perekonomian Indonesia. 

Di rangkum dari berbagai sumber
Editor : Agus Budi T