Wednesday, 23 September 2015

Herwin Syahputra, Sekretaris LPM Kabil : Lahan pembangunan SMAN 21, Pihak Munir berusaha mengalihkannya ketempat lain

Batam, Dinamika Kepri - Menurut Ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Sejulung Kabil Punggur, Batam. terkait adanya desas-desus penyerobotan lahan milik LPM yang peruntukannya akan dibangun SMAN 21 dalam waktu dekat ini.Kata Herwin Saputra, sebenarnya bukan hal penyerobotan lahan, melainkan pengalihan lokasi lahan dari sebelumnya ketempat lain, dimana itu yang dilakukan oleh pihak ke-3 tampa melakukan kordinasi dengan pihak LPM maupun dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

" Bukan penyerobotan lahan melainkan pengalihan atau pemindahan sekolah itu lahan lokasi lain, Kenapa kami tidak terima, jelas !,  karena langkah yang mereka lakukan itu, tidak diketahui sipapun dan tidak melalui kordinasi dengan LPM maupun tokoh-tokoh masyarakat setempat, mereka main alihkan saja. " Kata Erwin menerangkan.

Namun dalam fakta yang terucap dari Nikson Sihombing ketika menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi I siang tadi, Rabu, (23/9), ia mengatakan lahan itu, kalau dirinya pernah melakukan pertemuan dengan pengusaha dan dua orang oknum  anggota Dprd Batam dimorning Bakrey yang ada di Batam.

Maka dengan ucapan itu, timbulah asumsi bagi awak media, jika pengusaha yang dimaksud akan menyerobot lahan pembangunan sekolah itu, ternyata tidak, kata Erwin memastikan hanya pengalihan tempat saja.

Kendati lahan yang dialihkan itu katanya lebih luas dari lahan sebelumnya, Namun LPM dan tokoh Masyarakat setempat, tidak mau berpaling dari lahan sebelumnya, Ucapnya mereka akan tetap mempertahankannya apapun yang terjadi, alasannya ada histori tersendiri bagiamana mereka (LPM=red) dahulunya memperjuangkan untuk mendapatkan lahan itu.

Dan yang paling ekstreem lagi kata mereka, Munir yang mereka sebut- sebut sebagai orang yang paling vokal dengan pengalihan lokasi pembangunan sekolah itu, katanya telah berani menancapkan " disini akan dibangun SMAN 21 Batam" di Lokasi pengalihan baru itu. padahal tindakannya itu tidak ada yang mengetahuinya, baik dari LPM maupun dari tokoh masyarakat, terkesan dipaksakan dengan semena-menanya.

Akibatnya tindakan Munir yang semena-mena itu, membuat LPM dan tokoh Masyarakat menjadi berang dan mendatangi komisi I Dprd kota Batam untuk mempertanyakan kejelasan pengakuan Munir yang mengatakan dirinya juga seorang anggota dewan. 

Kata LPM itu, selain mengaku anggota dewan, Munir juga telah mengancam akan melaporkan LPM Kabil tersebut  ke polisi untuk dipidanakan, dimana langkah itu diduga karena LPM menghalangi niatnya.(Ag)

Editor : Agus Budi T