Tuesday, 29 September 2015

Di Batam, Tambang Pasir Liar Masih Terus Beroperasi

Batam, Dinamika Kepri- Minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Badan penggulangan dampak lingukungan daerah (Bapedalda) Kota Batam terkait penamabangan pasir liar. kini membuat para pelakukanya bebas melakukan aksinya.

Tampak seperti  Di depan perumahan Cipta Puri, Barelang Jembatan satu, tepat di dekat Tower PLN, pantauan awak media ini pada hari Selasa (29/9), terlihat aksi penyedotan tambang pasir liar, di setiap bukit-bukit yang ada disekitar itu.


Terlihat para pelakunya seperti kebal hukum, ditambah lagi para penegak hukumnya di Batam memang tidak perduli akan hal itu, membuat mereka (penambang=red), semakin bersemangat melakukannya. padahal aksi penambang tersebut,sangat berpotensi merusak lingkungan.


Dalam aksi itu, para pelaku penambang pasir tampak menggunakan mesin-mensin pendukung, terkait aksi itu, seorang penambang  yang beranisial AA, kepada media ini mengakui Ia jika aksinya itu memang ilegal.


" Tahu mas, ini memang ilegal." Kata AA memastikan.


Kendati mereka mengetahui aksinya itu ilegal, Namun tetap saja melakukannya, ditambah lagi minimnya pengawasan hukumnya, lengkaplah sudah kebebasan itu pada mereka.


Selama ini, banyak laporan masyarakat terkait perusakan lingkungan ke pihak Bapedalda Kota Batam, Namun tidak ada tindakan yang nyata, semua laporan itu dianggap lelucon belaka, kendati ada penindakan, terlihat hanya dipolice line saja, terkesan seperti pura-pura menunjukkan, kalau mereka (Bapedalada=red) peduli, padahal tidak, sebab setelah itu, kasusnya tersebut akan senyap begitu saja.


Ada dugaan jika semua laporan dari masyarakat terkait perusakan lingkungan, telah di damaikan ditempat atau kerap disebut istilah 86, akibatnya masyarakat Batam kini tidak perduli lagi dengan adanya perusakan lingkungan disekitar mereka. adanya sikap itu terkesan sama-sama membiarkan, sebab masyarakat juga sudah mengetahui, sudah tidak ada artinya jika hal perusakan lingkungan itu, dilaporkan kepada Bapedalda kota Batam, kesan percuma. (Ag/Cn)  


Editor : Agus Budi T