Monday, 14 September 2015

Asap di Jambi, Masuk Level Indeks Polusi Udara Berbahaya

Jambi, Dinamika Kepri - Badan Nasional Penanggulan Bencana menyatakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Provinsi Jambi, Minggu (13/9), telah mencapai angka 408 atau berada pada level berbahaya.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulisnya mengatakan jarak pandang tertinggi di Jambi pagi tadi hanya 600 meter, sedangkan jarak pandang terendahnya 500 meter.

Titik api di provinsi itu setidaknya tersebar di 84 titik, dengan rincian 23 titik di kawasan Tanjung Jabung Timur, 6 titik di Tanjung Jabung Barat, 25 di Muaro Jambi, 13 di Sarolangun, 4 di Batanghari, 12 di Tebo, dan 1 di Merangin.

Keadaan bahaya ini juga tercermin dari jumlah Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sudah mencapai angka 28.948.

Menanggapi keadaan ini, pagi tadi Posko Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Jambi telah menggelar arahan yang dipimpin Komandan Satuan Tugas Komandan Resort Militer setempat. Arahan ini juga dihadiri BNPB, instansi terkait, dan pihak swasta.

"Rencana operasi udara untuk pemadaman hari ini, helikopter MI17 diarahkan untuk water bombing ke lokasi Londrang, Kota Baru, Geregai, Tanjung Jabung Timur. Helikopter Super Puma diarahkan ke wilayah Muara Bayung Lencir," kata Sutopo.

Sementara itu, operasi darat dilakukan di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi; Kecamatan Ma Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Barat; dan Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Daerah-daerah di sekitar titik api juga sudah disiapkan untuk mengatasi peningkatan jumlah kasus ISPA. "Agar siap bila sewaktu-waktu dibutuhkan tim kesehatan yang selama ini memang sudah melakukan surveillance ketat atas kasus ISPA pada daerah sekitar hotspot," ujar Sutopo.

Peningkatan intensitas asap tidak hanya terjadi di Jambi. Di Riau, asap sudah menyesaki rumah warga. Nyaris tak ada rumah yang luput dari kabut asap.

Asap bahkan mulai mengepung negara tetangga. Seorang warga di Singapura, Rosaini Dian, menyatakan kondisi udara amat buruk. Bau asap tercium di dalam rumah meski pintu dan jendela telah ditutup.

“Ini sungguh mengerikan. Udara memang tak bagus sepekan terakhir ini, tapi dua hari belakangan lebih parah lagi. Dampak asap terasa ke mata dan kulit. Saya memilih tak keluar rumah,” kata Rosaini kepada CNN Indonesia.

Ia berharap pemerintah Indonesia dan Singapura dapat bekerjasama untuk segera mengatasi persoalan asap akibat kebakaran hutan Sumatera itu.

ISPU di Singapura kemarin mencapai rekor tertinggi tahun ini, yakni 211 alias amat  tidak sehat. Angka tersebut masih separuh dari tingkat pencemaran di Jambi yang mencapai 408. (Baca juga: Singapura Sesak Dikepung Asap Kebakaran Hutan RI)

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyatakan warga baru akan dievakuasi dari lokasi berpolusi jika ISPU sudah melebihi level 'sangat berbahaya'.

Via : CNN Indonesia.