Thursday, 3 September 2015

Anggaran Dan Megaproyek, Seharusnya Di Kucurkan, Untuk Membangun Seluruh Infrasruktur Masyarakat

Jakarta, Dinamika Kepri-DPR telah memiliki serangkaian Rencana untuk membangun sejumlah Mega Proyek. Rencana Pembangunan menga Proyek DPR yang dianggarkan sebesar 2,7 Trilyun menimbulkan berbagai pro dan kontra termasuk dari masyarakat yang mengecam aksi itu. 

Banyak yang mengatakan bahwa anggaran sebesar itu dianggap tak sebanding dengan kinerja yang ditujukan kepada para wakil rakyat tersebut.

Banyak yang menyarankan dana sebesar itu sebaiknya digunakan untuk kepentingan lain. Salah seorang warga Palmerah Jakarta Widyan mengatakan bahwa dana pembangunan Megaproyek tersebut baiknya digunakan untuk sektor lain yangmembutuhkan suntukan dana besar, seperti Ekonomi Kreatif.

Menurutnya ekonomi Kreatif membutuhkan dana besar untuk pengembangan dan dana yang dialokasikan untuk sektor ini menurutnya masih terlampau sedikit. Menurutnya, pembangunan Gedung baru untuk anggota DPR tak sesuai dengan kinerjanya.

Pendapat yang sama juga dikatakan oleh seorang warga Bekasi, Komang. Angka trilyunan yang dianggarkan untuk proyek gedung baru DPR terlalu fantastis. Dan akan memanjakan Anggota Dewan serta tak seuai dengan fungsinya sebagai penyambung lidah rakyat atau Wakil Rakyat.

Ia mengatakan Megaproyek dikhawatirkan akan menjadi lading Korupsi dan sangat rawan dan berbahaya. Menurut Komang Anggaran tersebut sebaiknya di tujukan untuk infrastruktur dan fasilitas umum di daerah daerah di Luar jawa. Seperti Rumah sakit, sekolah, perumahan murah untuk masyarakt kurang mampu. Komang juga berharap kepada DPR bisa lebih ralistis denagn anggaran serta mengedepankan kiepentingan rakyat daripad kepentingan sendiri dan golongan.

Pendapat lain diyungkapkan oleh Fajar yang merupakan Warga asal Bogor. Fajar berpendapat wajar jika presiden Joko Widodo tidak menyetujui karena pembangunan tersebut sifatnya skunder serta tidak akan berpengaruh terhadap kinerja Anggota DPR RI.

Jika Megaproyek ini memang dijalankan, berarti DPR telah gagal dari fungsinya yang utama sebagai wakil rakyat.

DPR memberikan konfirmasi akan tujuan dibangunnya gedung baru untuk ruang kerja anggota, alun –alun demokrasi, museum dan perpustakaan, jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR, Visitor Center, pembangunan ruang Pusat Kajian Legislasi, serta Intergrasi kawasan Tempat Tinggal dan tempat kerja anggota DPR.

Via : smeaker.com