Sunday, 13 September 2015

Aku Terjebak Cinta Wanita Simpanan



Batam, Dinamika Kepri - Kisah nyata dari pembaca, Kenalkan aku beranisial CB sebut saja demikian. Aku kini telah berusia 34 tahun dan sudah menikah memiliki anak satu. Aku pria yang berprinsip. Namun setelah bertemu dengan wanita yang kebetulan ini, prinsip itu hilang dengan sendirinya.

Aku tidak tahu bagaimana aku harus keluar dari semua masalah ini, nampaknya sulit sekali, ini masalah hati. Mungkin masalah lain pasti ada solusinya, beda yang ini, bagiku sangat sulit sekali. Aku bingung bagaimana cara terlepas dari belenggu cinta terlarang ini.

Di lain sisi, aku menyadari telah berdosa, sebab aku telah berani menduakan hati serta rasa percaya istri padaku selama ini. Namun terkadang juga rasa itu tiba-tiba hilang begitu saja jika aku sudah dekat bersama wanita sephia itu.

Sebut saja nama sephiaku itu anisial (NM), usia NM 9 tahun lebih mudah dariku.Ku akui dia memang cantik aduhai, tidak salah kalau dia memilih jadi simpanan pria kaya warga negara asing.

Kehidupannya terlihat mapan. Segalanya ada, namun ia tidak angkuh dan sombong seperti wanita kebanyakan.

Sudah 2 bulan ini hubungan kami terlihat begitu mesra, bahkan aku seperti tidak bisa jauh darinya bahkan dia juga merasakan hal demikian. 

Kami bagaikan sepasang kekasih sedang dimabuk asmara. Cinta kami tumbuh bersemi seperti tidak ada yang menghalangi.

Dunia ini rasanya bak milik kami berdua. Kendati kami belum ada ikatan sebagai pasangan sah suami istri, tidak terhitung lagi, berapa kali kami sudah melakukan hal tabu itu. Semoga Tuhan mengampuni aku.

Yang tidak habis pikirku, dia begitu baik padaku, padahal diapun sudah tahu kalau aku sudah memiliki istri. dia juga tidak pernah meminta agar aku menikahinya. Dia hanya berkata, aku bahagia bila bersamamu.

 " Aku ingin selalu dekat denganmu, aku nyaman jika selalu ada bersamamu, aku tidak memaksamu, dan kita jalani saja, biarlah waktu yang akan menjawab semuanya." Ucap dia memastikan kepadaku.

Kesannya dia tidak meminta, namun berharap. Tidak mau mengecewakannya, maka kuusahakan waktuku selalu ada untuknya. Hal itu sunggguh menyiksaku. tidak jarang waktu malamku kerap kuhabiskan bersama dirinya.

Nah..Jika pria tuanya datang ke Batam, disitulah waktuku kucurahkan kepada istri dan anakku. Dan yang menjadi masalah, walau kulihat dia tengah bersama lelaki yang menjamin hidup mapanbya itu, sedikitpun aku tidak memiliki rasa cemburu. Sepertinya bagi saya itu is okey saja. Namun yang tidak habis pikirku, kenapa aku bisa jatuh hati padanya ?sedangkan rasa cemburu itu tidak ada.

Tidak masuk akal, biasanya jika kita mencintai seorang wanita, jangankan di sentuh pria lain, disentuh nyamuk saja, kita tidak terima.

Bila ke Batam, biasanya prianya itu hanya beberapa hari bersamanya, setelah itu hari-harinya selalu dihabiskan bersama diriku. 

Dan parahnya lagi, hubungan kami ini sudah diketahui semua sanak keluarganya Sephiaku ini. Dengan bangga pula ia mengenalkan aku pada setiap sanak kelauarga dan teman-temannya. 

Kadang aku merasa segan dan risih, harapku itu tidak perlu terjadi, apalagi aku sudah memiliki istri dan anak. tentulah itu jadi momok bagiku. 

Aku juga takut kalau-kalau diantara mereka itu ada yang kenal padaku dan mengenal istriku. Namun sampai saat ini, itu belum terjadi, tetapi aku selalu mengantisipasinya.

Sejak aku bersama dia, hampir semua tempat hiburan malam (Discotiq=red) sudah kami singgahi, begitu juga dengan hotel. Mungkin resepsionis setiap hotel yang ada di Batam sudah bosan melihat kami.

Sedikit bercerita awal perkenalan kami, memang kebetulan di salah tempat hiburan malam di Batam, malam itu ia kulihat duduk sendiri, biasanya aku tak seberani itu untuk menyapa wanita, apalagi di tempat hiburan malam.

Ketika sendiri duduk diremangnya lampu malam itu, kusapa dia, tanyaku, " Sendiri ya dek?." Ia pun menjawab, Ya bang, emang kenapa ?, emang abang mau temani aku?," tanya dia kepadaku.

Padahal aku hanya ingin iseng saja. namun malam itu aku serius mendengar semua keluh kesal yang dialaminya. ternyata malam itu ia ingin diperhatikan, sebab pria yang telah bersama selama ini, tidak dapat memberikan kebahagian nafkah bantin kepadanya. Maklum prianya itu dah tua.

Sedikit bercanda aku mengatakan, " Itu saja kok susah, saya kan ada !", kataku. ternyata ucapanku itu ditanggapinya dengan serius, dan akhirnya malam itu kami putuskan play bersama di dalam Vip.

Perkenalan itu memang awalnya masih segan-segan, namun setelah jam menunjukkan semakin larut, tampa sadar kami berpelukan dan bercumbu. 

Setelah jam sudah pagi. aku pamitan untuk pulang, namun dia melarangku dan menagih janjiku.

" Kenapa mau pulang sih ?, katanya ada abang untuk aku, nah ini mau pulang, gimana sih, temanni aku dong!, aku lagi galau nih !" kata dia padaku.

Sebagai seorang pria bukan pengecut dan ingkar janji aku sanggupi permintaanya hingga jam 12 siang di dalam Vip. Kendati aku merasa heppy dab play, aku selalu teringat wajah istri dan anakku. Aku takut karena istriku telah mengkwatirkan aku. sebab tidak biasanya aku tak pulang kerumah jika keluar malam, pikirku saat itu.

Setelah kulihat ia lelah, ia lalu mengajaku makan siang disalah satu restorand, aku terlihat begitu pucat akibat tidak tidur semalaman, begitu juga dengan dia. setelah usai makan seadanya, Ia lalu mengajak aku menemaninya tidur ke hotel.

Mendengar itu aku terkejut dan lalu menolaknya. Namun ia memastikan kalau kami tidak sekamar. Setelah mendengar itu, sejenak aku berpikir. jika kuteruskan pulang pasti akan menerima banyak pertanyaan dari istri di rumah, akhirnya aku menganggukan ajakan NM itu.

Kami berangkat mencari hotel terdekat, sebab mataku juga sudah terasa berat ketika menyetir mobilnya, aku ngantuk berat dan ingin tidur saja.

Dalam mobilnya itu NM, kulihat dia terlihat manja, sembari ia merebahkan dirinya di bangku jok depan. ia bertanya " Abang dah nikah ?" tanya dia padaku. Lalu aku menjawab jujur, " Ya..aku sudah menikah," kataku. 

Mendengar itu, ia tidak begitu terkejut dan biasa saja, jawabnya ," Aku lebih suka jika pria yang dekat denganku jujur, jadi tahu kemana arahnya." kata dia padaku.

Mendengar ucapannya itu aku sedikit bingung, dalam hati bertanya, " Maksudnya apa ? " pikirku saat itu.

Singkat cerita, apa yang kupikirkan akhirnya terjadi juga, di kamar hotel itu, sebelum tidur, kami melepaskan hasrat kami berdua, kendati sudah pesan dua kamar hotel, seperti itu bukan jadi masalah karena dia aku lihat adalah wanita yang mapan karena nilai uang tidak ada arti baginya.

Sejak dari situ dan sampai saat ini, hubungan kami semakin erat saja. bahkan aku tidak bisa jauh darinya. Selain itu, pekerjaanku sebagai sebagai seorang penulis di salah satu media. juga kerap terbengkalai akibat waktu tersita dengannya.

Bahkan beberapa teman juga telah mengingatkannya agar aku segera mengakhirinya. Namun aku tidak mengindahkannya, terasa begitu berat untuk melakukannya. 

Aku juga bingung apa yang sedang terjadi, mengapa begitu berat untuk melepaskannya. Walau begitu aku berharap semoga ini berakhir dengan manis tampa harus menyakiti hati persaan siapapun dalam hubungan ini.

Sahabat pembacaku yang budiman, harapku janganlah pernah bermain hati kalau tidak mampu mengendalikannya, seperti saya ini kecuali kamu masih lajang, itu tidak ada masalah. 

masalahnya ini saya sudah menikah dan saya takut hal ini dapat merusak hubungan rumah tanggaku dan memisahkan aku dengan anakku. 

Mengingkari janji sehidup semati dengan istri mungkin bisa diingkari namun jika itu terjadi, pasti anak jadi korbannya. Dalam hati kecilku berkata, aku sudah berdosa kepada istri dan anaku, terlebih kepada Tuhan yang maha Esa.

Aku juga sadar kalau semua yang kulakukan ini, adalah nikmat sesaat. padahal dosanya berlipat-lipat. Aku juga tidak mau ini terus berlarut. 

Sampai saat ini aku tetap berusaha, agar semua ini cepat berakhir dan aku ingin seperti dahulu lagi, karena aku sangat mencintai istriku dan anak-anaku, mereka adalah segalanya bagiku. [Ag]


Editor : Agus Budi T