Thursday, 10 September 2015

Akibat Foto Mesum Dan Bugil Marak Di Facebook, Banyak Pengguna Pilih Tutup Acount

Dinamika Kepri- Tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh para pengunggah atau pemosting foto-foto dan link Video tidak senonoh di jejaring sosial Facebook(FB) saat ini.

Pantauan awak media ini(9/9), ada banyak orang yang kerap melakukannya terutama kaum pria . selain memosting foto tak senonoh, pelaku yang sengaja memostingnya, juga kerap menanadai pengguna FB lain. Akibatnya pengguna yang ditandainya itu, kerap merasa risih dan malu.

Bahkan tidak jarang, pengguna yang tertandai itu akibatnya memilih menutup Acount FB nya, Alasannya malu.

Yang paling parahya lagi, orang-orang yang ditandai pelaku pengunggah foto tersebut ada yang kebetulan masih saudara. Melihat hal itu, banyak pengguna FB terutama kaum wanita memlilih menutup acount Facebooknya. 

Diduga sistem filter Jejaring sosial FB ini, sudah tidak ampuh lagi untuk mendeteksi gambar dan Video yang berbau Pornografi. akibatnya siapapun pengguna yang ingin melakukannya, dapat begitu mudah untuk mengunggahnya.

Seperti tampak pada gambar diatas, jelas menunjukkan jika Sosial media Facebook ini, sudah semakin tidak nyaman lagi untuk digunakan.

Selain itu, kesadaran pengguna Internet dewasa ini, banyak yang tidak memahami aturan, etika dan ganjaran sangsi hukum jika melanggar UU ITE tentang Penyebaran Pornografi sebagaimana diatur di dalam Pasal 27 ayat (1) UU ITE tahun 2008 menyebutkan:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Ancaman pidana terhadap pelanggar diatur dalam Pasal 45 ayat (1) UU ITE, yaitu ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak 1 (satu) milliar rupiah. Dan Pasal 4 ayat (1) UU Pornografi menyebutkan:

 “Setiap orang dilarang, membuat, menyebarluaskan Pornografi.”

Maka ancaman terhadap pasal ini diatur dalam Pasal 29 UU 44/2008 yaitu pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta rupiah dan paling banyak Rp 6 miliar rupiah.( Ag)

Editor : Agus Budi T