Friday, 21 August 2015

Tolak pencabutan subsidi gas 3 KG, Ratusan warga mendatangi kantor Pemko dan Dprd Batam

Batam,Dinamika Kepri - Ratusan warga Batam, kamis pagi,(20/8) tampak mendatangi gedung Dprd kota Batam dengan membawa berbagai atribut. dimana kedatangan ratusan warga ini, terkait aksi penolakan terhadap kebijakan menteri ESDM yang akan memilih  wilayah Batam, sebagai lokasi percontohan pencabutan  gas elpiji  3 kilogram di indonesia setelah Bali.

Ratusan warga yang mendatangi kantor Dprd Batam. Tujuannya guna menyampaikan aspirasinya menolak rencana kementerian esdm mencabut subsidi gas ukuran 3 kilogram. warga tersebut meminta kepada anggota Dprd, agar segera mengirimkan surat secara tertulis untuk penolakan uji coba pilot project agar segera mengirimkan ke kementrian.

Sambil membawa berbagai poster yang bertulisan penolakan  sebagian warga  juga membawa  kayu bakar, warga terus berteriak agar para anggota Dprd keluar menemui mereka. setelah menunggu beberapa lama, akhirnya dua anggota komisi 2  Dprd  kota Batam, keluar menemui warga dan menerima aspirasi dari masyarakat itu.

Koordinator aksi demo, Chandra, menjelaskan  tuntutan massa saat itu adalah, untuk menolak program pemerintah yang akan mencabut subsidi gas 3 kilogram. Mereka menilai, adanya program tersebut, merupakan program kerja wakil presiden Jusuf Kalla yang tidak dapat diselesaikan hingga saat ini. Pihaknya juga meminta, agar untuk setiap program pemerintah kota Batam agar tidak selalu dijadikan lokasi  percobaan.

Sementara itu, warga tetap menunggu di kantor Dprd Batam karena mengetahui adanya kunjungan kerja dirjen migas ke kantor pemerintah kota Batam guna menemui walikota Batam. Massa sendiri berencana akan menghadang dirjen migas/ guna menyuarakan aspirasi mereka.(LN)

Editor : Agus Budi T


loading...