Friday, 7 August 2015

Pungli di sekolah, Orang tua lebih memilih bungkam

Terkait maraknya dugaan pungli ketika penerimaan murid baru di Batam, Banyak orang tua memilih bungkam alasannya demi kenyamanan anaknya di sekolah.

Batam,Dinamika Kepri- Terjadinya pungutan liar (Pungli) disetiap penerimaan murid baru di Batam,ternyata tidak terlepas dari peran para orang tua murid yang selalu memilih diam ketika di tanyai para wartawan berapa anggaran yang dibayarkannya kepada pihak sekolah,jawabnya selalu, " Gak apa-apalah yang penting anak saya bisa bersekolah di Negeri," jawabnya.

Bahasa ini kerap terdengar, mendengar jawaban-jawaban yang sering terdengar itu, sepertinya para orang tua murid  itu, terkesan seperti takut untuk menjelaskannya,diduga jika para orang tua murid tersebut, telah di doktrin oleh para oknum guru penyelenggara penerima murid itu sebelumnya. sebab semua orang tua murid, lebih banyak memilih bungkam ketimbang menceritakan kebenarannya.

Maka dengan adanya aksi bungkam dari pada orang tua itu, membuat pungli disetiap sekolah negeri, selalu berjalan mulus,dan tidak menutup kemungkinan,jika para oknum yang telah melakukan pungli itu, sebelumnya telah mendoktrin atau mencuci pikiran para orang tua murid agar tidak membeberkan tindakan mereka kepada siapapun.

Maka itu, sampai saat ini,para media kesulitan untuk menerima informasi dari para orang tua murid baru yang sudah mengeluarkan biaya Rp 6 jutaan, untuk memasukan  anaknya untuk bersekolah di Negeri.

Semua orang tua murid memilih bungkam seribu bahasa kepada media. diduga jika rahasia itu terbuka, orang tua takut, bila-bila anaknya nanti,akan terkena tekanan dari guru-guru yang sudah melakukan Pungli tersebut disekolah.

Akibat dari kebungkaman itu, aksi pungli disekolah terbungkus rapi, bahkan salah satu anggota Dprd kota Batam dari komisi IV, kepada wartawan ini,pada selasa (4/8) mengatakan , katanya sulit untuk melacaknya aksi pungli tersebut, sebab para orang tua murid, tidak ada yang keberatan. 

Bagaimanakah cara oknum guru itu bisa membuat para orang tua tersebut memilih diam dengan aksi pungli yang mereka lakukan ?, biasanya satu persatu para orang tua murid baru itu,di loby para oknum guru jahat yang selalu ada disetiap penerimaan baru , memang itulah tugas mereka.

Oknum guru jahat itu akan melihat-melihat dengan mata liarnya setiap ekspressi wajah para orang tua murid  yang hilang semangat karena anaknya tidak dapat di terima, melihat itu,para oknum guru jahat ini , akan mendekati,dan mengajak orang tua murid tersebut untuk mengutarakan keluhannya,selain itu, sang oknum guru jahat itu, berusaha memastikan kalau anak dari sang orang tua itu,bisa diterima di sekolah Negeri yang dimaksud, dan inilah bahasa oknum guru jahat itu memastikan.

" Anak ibu bisa kami bantu, tetapi ibu harus janji dulu, kalau ibu mau, kami akan menolong anak ibu agar bisa bersekolah disini, namun ibu juga harus membatu kami, disini persaingan muridnya memang begitu ketat, kalau ibu mau kasih sekian, okey, anak ibu pasti masuk,bagaimana bu ?, tapi perlu di ingat,ini rahasia loh bu , kalau boleh, jangan ada yang tahu,cukup diantara kita saja, dan jika ini ketahuan dengan yang lain, aku gak bisa jamin,anak ibu akan diterima." 

Mendegar perkataan itu,si orang tua murid yang kurang semangat tadi kembali semangat,namun yang jadi masalah,dari uang sebanyak itu dari mana akan ia dapatkan.Namun kendati demikian,para orang tua akan tetap mengusahakannya hingga rela meminjami uang tetangganya  agar anaknya dapat mengenyam pendidikan.Namun ketika ditanya,untuk apa uang sebanyak itu.orang murid tersebut, lebih memilih diam.agar anaknya bisa bersekolah.

Adanya aksi bungkam dari para orang tua pungli itu,tentunya telah membuat jalan mulus aksi yang dilakukan para oknum jahat tersebut. Dan bila ditanya, " Sampai kapan aksi oknum guru jahat  itu berlanjut ?,jawabnya, tentunya sampai ada orang tua murid yang benar-benar mengerti akan kebenaran.(Ag)

Editor : Agus Budi T