Wednesday, 5 August 2015

Terkait Dugaan Pungli di SMAN 4, Tapi Winanti :" Terserah mau beritakan apa "

Kepsek sebut, orang tua murid baru sebagai donatur.

Batam,Dinamika Kepri - Terkait  merebaknya isu pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh para oknum guru di SMAN 4 Batam, ketika penerimaan murid baru belum lama ini,ditanggapi kepala sekolahnya, oleh Ibu Dra.Hj. Tapi Winanti, kepada wartwan ini Ia menjawab katanya, terserah.

" Terserah mau beritakan apa ",Kata dia singkat melalui poselnya.Rabu,(5/8/2015) kepada wartawan ini.

Adapun perincian pungli yang dimaksud yaitu,pungutan Uang pembangunan Rp 1.500.000, uang komite Rp 200.000 / bulan yang wajib langsung dibayarkan untuk 2 bulannya, selain itu ada  5 stel baju,Putih Abu-Abu, Pramuka, Batik, Olah Raga, dan pakaian Melayu dengan harga Rp 1.350.000. jika ditotalkan seluruhnya berjumlah Rp 3.050.000.

Selain itu siswa baru yang mendaftar diluar online, kabarnya, juga dikenakan pungutan Rp 3.000.000 hingga sampai Rp 5.000.000.

Dan untuk menutupi tudingan miring tentang pungutan-pungutan tersebut,ketika upacara kepsek sekolah itu mengatakan ,terima kasih untuk donatur kita.

“Selamat datang buat murit baru, sekolah kita ini lagi ada pembangunan penambahan 2 kelas, untuk itu, terima kasih buat donatur kita, yaitu orang tua murid. " Kata seorang Guru menirukan Ucapan Kepsek SMAN 4 Batam tersebut.

Diduga jika anggaran 20 % dari APBN dan APBD untuk pembangunan SMAN 4 Batam,tidak memadai, sehingga untuk melanjutkannya pembangunan sekolah itu, Kepala sekolah ini , harus  bekerja keras extra melanjutkan pembangunan sekolah SMAN 4 dengan memungut biaya pembangunan sekolah sebesar RP 1.500.000. dari para orang tua murid siswa baru.

Terbukti dari ucapannya  ketika berpidato di upacara, kalau dirinya telah melakukan, katanya, kalau orang tua murid, disebutnya sebagai donatur. 

Terkait masalah ini,sebagian orang dari masyarakat Batam mengomentari, kalau disetiap sekolah Negri yang ada di Batam,katanya, semuanya telah ter bec-kup dan terakomodir dengan baik oleh oknum-oknum pejabat tertentu.

" Setiap sekolah Itu sudah jatah-jatah,sekolah - sekolah  negeri yang ada di Batam ini, juga kerap dijadikan ATM nya  oknum pejabat,Kepsek sekolah, hanyalah sebagai Tumbal kebijakan dari mereka pejabat curang, Kepseknya akan melakukan sesuai perintah, dari pada mutasi jabatan.dengan berat hati kepsek harus melakukannya." Kata seseorang warga Batam yang enggan menyebut namanya itu menanggapi.

Itu terbukti di Batam, sebab dari sekian banyak polemik pendidikan yang timbul di tahun ajaran baru ini,belum ada yang serius di tangani, seperti di  SMAN 1,SMP 20, dan termasuk dengan SMAN 4 ini yang diduga melakukan pungli terhadap orang tua murid baru ini. 

Kendati demikian,tidak ada tanggapan dan peneyelesaiannya,terkesan semua tutup mata.singkat cerita, '' Jayalah bangsaku,bangsa indonesia, tetap satu." (Ag)

Editor : Agus Budi T