Sunday, 2 August 2015

Sudah 3 hari, Mayat Raden Usman belum ditemukan, Malam ini, Pihak keluarga akan melakukan ritual agama


Tampak Tenda masih berdiri di depan rumah duka,rumah milik korban,Raden Usman(43) ,tepatnya di belakang Pasar PJB,Batu Aji.Sagulung ,Batam,Kepri.(foto : 2/8/2015).

Batam,Dinamika Kepri- Sudah 3 hari sejak kejadian ,mayat korban yang bernama Raden Usman dalam insiden  kelalaian kerja di lokasi PT Dry dock  Pratama,Tanjung Uncang, pada hari Jumat (31/7) lalu, dan hingga saat ini mayat korban masih dalam pencarian Tim SAR Batam.

Berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil. selain Tim SAR,  puluhan orang para penambang kapal pancung, dan penyelam dari pulau juga ikut dalam pencarian tersebut.dimana pernyataan ini disampaikan lansung oleh Rahman selaku ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS) Sagulung,Batam kepada wartawan ini (2/8) dirumah duka sore tadi.

" Pencarian masih dilakukan,namun belum membuahkan hasil,selain  Tim SAR,para penambang kapal pancung dan penyelam dari pulau juga ikut mencarinya.dan malam ini kami dan pihak keluarga akan melakukan ritual di tempat kejadian." Kata Rahman sebelum meranjak pulang.

Raden Usman,telah meninggalkan satu istri dan tiga anak,dimana anaknya paling bungsu yang masih berumur 10 tahun.istrinya yang bernama Asma Wati itu, terlihat tegar menghadapi semua kenyataan yang ia terima.

Menurut Saiful dari keluarga korban mengatakan, iklas  menerima kenyataan ini,namun ia sangat mengharap kalau jenasah  abang iparnya itu dapat segera ditemukan.

" Kami dah iklas,habis mau gimana lagi,harapan kami,semoga mayat korban ini bisa segera  ditemukan." Kata dia sedih.

Pada hari jumat (31/7) lalu,sebelum kejadian, pagi itu seperti biasa,korban melakukan pekerjaannya.Ia yang bekerja di bagian Finishing di salah satu Perusahaan Subcon di PT Dry dock Pratama itu, tengah memotong rantai,sebagian rantai yang dipotong jatuh kelaut.dan sisa potongan yang lainnya menyeret korban hingga jatuh kedalam laut.

Kata Saiful adik korban ini,Korban terseret rantai sisa potongan yang sebelumnya berada diatas ponton,ada saksi mata yang melihat kejadian.bahkan usai kejadian itu,orang melihatnya segera melakukan pencarian namun tidak berhasil, karena tidak berhasil, maka sampailah kabar itu kepihak keluarga.

Dari sejak kejadian itu pencarian terus dilakukan,namun sampai saat ini mayat korban belum ditemukan.semoga dengan ritual agama nanti bisa berhasil.kata Saiful lagi.

Ketika awak media menayakan bagaimana respon perusahaan terhadap keluarga yang ditinggal korban.Saiful menjawab,Respon dari perusahaan baik.bahkan selama 3 hari ini tahilan dilakukan ,pihak perusahaan menunjukkan perhatiannya.

"Respon perusahaan baik,dimana selama 3 hari tahilan ini,perusahaan juga membantu biayanya walaupun tidak seberapa." Ucap Saiful mengakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T