Sunday, 9 August 2015

" Pergilah tinggalkan aku, Mungkin aku bukan jodohmu "

Batam,Dinamika Kepri - " Walau aku begitu mencintainya, tapi aku tak mampu merampas kebahagian orang yang telah mencintainya." 

Itulah pernyataan wanita cantik yang kini sudah hidup mapan, kepada wartawan ini. di tempat usaha salonnya, di bilangan Nagoya, Batam.(Kepri),Minggu (9/8/2015).

Sebut saja namanya anisial AN (32),secara belak-blakan kepada wartawan ini, Ia mengatakan, kalau dirinya sering membaca tulisan kisah cinta yang terposting di www.dinamikakepri.com, Ia mengaku, senang membaca semua kisah cinta itu ,katanya ada beberapa kisah yang mengena pada dirinya, namun edingnya beda dengannya.Ucap wanita berkulit putih bersih itu.

Dengan  membaca semua kisah cinta itu, katanya  timbulah niat hatinya untuk menceritakan kisah cintanya kepada Tim dinamikakepri.com. inilah kisah cintanya.

12 tahun lalu sebelum terjerumus kedunia malam, aku begitu menjaga harga diriku sebagai seorang wanita pada umumnya, aku anak ke 3 dari 4 bersaudara yang semuanya perempuan. aku dan semua saudaraku semuanya mengeyam pendidikan.aku sendiri  menduduki bangku kuliah disalah satu pengguruan tinggi ternama di Jakarta.

Semuanya berawal dari bangku kuliah.sebut saja namanya anisial Andi. diawal aku mulai masuk kuliah,aku berpapasan dengannya, kami berkenalan,dia begitu tampan,badan atletis dan kulitnya putih sama seperti diriku.

Sejak perkenalan itu kami jadi sering berjumpa, bahkan di malam minggu ia juga datang bertandang ke rumahku,bahkan ibu dan ketika saudaraku juga telah mengenal baiknya dirinya.melihat itu aku makin cinta kepadanya.

Umurnya bertaut 4 tahun dariku,selain ia kakak kelasku, ia juga sangat perhatian padaku, kala itu kami seperti saling mencintai. seluruh jiwa dan ragaku telah kupercayakan hanya untuk dirinya.itu aku buktikan,kegadisanku juga kuberikan direnggutnya.

Sejak kegadisanku keserahkan padanya, ia terlihat makin sayang. hampi setiap  bertemu kami melakukannya. bahkan kami sudah terlihat bagaikan suami istri di mata teman-teman sekuliah kami.dia lelaki yang pintar,walau sudah berkali-kali kami melakukan hubungan layaknya suami istri, dia tidak pernah mau menanamkan benihnya dirahimku, padahal aku sangat mengingkan itu, agar ia dapat menjadi milikku.

Itu pernah aku pertanyakan, namun ia menjawab," Nanti sesudah aku dan kamu selasai di wisuda,kita akan melakukannya dan memberikan apa keinginanmu,".katanya. Mendengar itu aku semakin senang,pikirku ada benarnya juga.sebab jika aku hamil di bangku kuliah.apa kata ibu dan apa kata saudaraku.kata hatiku kala itu.

Waktu terus berlalu, ketika dirinya hendak mau di wisuda, terlihat mataku kalau ia bersama wamita lain.kendati demikian aku tetap berpikir positif dan menanyakan dengan sopan, siapa wanita yang terlihat akrap itu dengannya. Ia menjawab " dia itu sepupuhku." kata dia, mendengar itu,akupun  sedikit tenang.

Di malam pertama usai dirinya di wisuda, kami merayakan di salah satu hotel di Jakarta. Kami bahagia,di dalam kamar hotel, kami berdua seperti kuda binal.liar melakukannya sebisanya.akupun menuruti semua kemauannya, aku mengiyakan, karena aku tahu , jika ia juga akan menjadi suamiku.pikirku di malam itu.

Aku hanyut dalam pelukannya,dekapannya begitu hangat hingga membuat aku beberapa puncak klimaks malam itu.aku bahagia tidur semalaman bersamanya.

Ketika aku tertidur dalam pelukannya, tiba-tiba jam 3 subuh, Hpnya berdering, sebuah pesan masuk ke ponselnya.namun dia tidak mendengarkannya.aku juga sempat cuek,namun hati berpirasat lain. tetapi aku tetap berusahan untuk tenang.Namun aku tidak tahu , hati ini seperti memaksa ingin melihat pesan itu.

Dengan sedikit tenang aku menggapai Hp kekasihku itu dari dalam saku celananya yang terletak diatas meja,ketika aku lihat, pesan itu berasal dari nama wanita bernama Nita,sebut saja namanya demikian.

Aku penasaran, kubaca pesannya, " Ayank lagi dimana,kenapa sampai pagi ini belum datang juga, ayankkan tau kalau kita akan mempersiapkan pernikahan kita.Yah udah..besok jangan lupa ya !,aku tunggu di tempat biasa.Tq.".

Setelah membaca itu, tak sadar Hp itu jatuh dari tanganku,tanganku gemetar,mendengar suara hp itu jatuh, Andi terbangun sembari kulihat ia terkejut.tanya dia ," ada apa kenapa Hpku jatuh,kamu gak apa-apakan ? ", tanya dia. mendengar itu aku terdiam dan baru sadar kalau aku telah di permainkannya.

Kulihat Ia mengambil hapenya dan membaca pesan yang dikirimkan Nita, kulihat wajah merah padam, ia seperti tidak sanggup menatapku. Ia mendekatiku dan mengatakan, " aku minta maaf sayang, jujur aku tidak pernah menginginkan dia,orang tuanya yang memaksak,sedangkan aku hanya bisa mencintaimu.katanya padaku.

Namun aku tidak kuasa menahan sakit hatiku. aku menangis si isak-isaknya.air mataku bercucur deras.kulihat ia juga tampak bersedih.namun tidak bisa berbuat apa -apa kepadaku.

Melihat aku sedih, ia mencoba menenangkan hatiku, namun aku mau lagi.aku merasa dibohongi,cintaku hancur lebur lebur malam itu.ingin rasanya mati malam.pikirku, bagaimana bisa wanita itu telah membahas pernikahan,sedangkan aku yang sudah lama bersama Andi tak pernah  membahas tentang  pernikahan?.aku sudah dipermainkan,aku hanya penyaluran hasrat berahinya Andi.pikirku malam itu.

Aku mulai membenci Andi, padahal itu pernah kutanya,jawabnya kalau wanita itu jawabnya adalah sepupuhnya. aku terbodoh dan telah mersa berdosa dengan apa yang sudah terjadi.

Melihat aku bersedih, Andi terlihat seperti ada beban di matanya,dia memakaikan pakiannya,namun tetap bertahan dalam kamar.lalu kukatakan ,"Pergilah tinggalkan aku, mungkin aku bukan jodohmu, jangan paksakan kita selalu bersama, jika ada seseorang yang begitu mencintai lebih dari pada aku,pergilah sayang, tinggalkanlah, malam ini aku  ingin sendiri , aku ingin menenangkan hatiku.pergilah..dengan tulus aku mencintaimu, maka dengan tulus pula, aku melepaskanmu. jangan pikirkan aku,pergilah kejarlah kebahagianmu, aku rela jika dirmu bukan miliku." kataku pada dia.

Mendengar itu ucapanku, ia pun menangis, katanya padaku, " Aku tidak bisa hidup tampamu sayang, maafkan aku, aku sangat mencintaimu, kamu adalah wanita yang paling kuinginkan didalam hidupku, tidak ada wanita baik seperti dirimu, sekian banyak yang kita lalui, aku tak akan mungkin dapat meninggalkan dirimu, aku memang mau menikah dengannya,tapi aku gak pernah mencintainya,aku di jodohkan, apa yang bisa aku perbuat..sebagai anak, aku hanya bisa menurut pada orang tua,bagaimana bisa aku menolakmya,aku takut jika aku di bilang anak durhaka, seandainya aku bisa membalikan tadirku hari ini, akan kulakukan agar aku bisa selalu dapat bersamamu." Kata dia menghiburku.

Ditengan suasana tengah bersedih, tiba-tibanya Hp kembali berdering menandakan ada panggilan masuk, setelah di jawab, ternyata Ani lah yang menelepon itu, kudengar jika bicara Andi seperti takut, Ia berbohong, Ia mengatakan kalau dirinya sedang berada di rumah. mendengar itu, aku menyarankan dia pergi.

" Pergilah sayang, aku juga sangat mencintaimu, namun apa yang bisa kita perbuat, kita hanya bisa merencanakan, namun keputusan bukan pada kita.aku juga minta maaf karena aku juga tidak bisa selalu bersamamu." Kataku sedih  padanya.

Ia lalu menghampiriku dan memelukku dengan erat ,Ia menangis sembari berucap," aku sangat mencintaimu",diapun mencium keningku. berkali-kali, setelah pergi meninggalkan aku kulihat tetesan air matanya membasahi pipinya.

Kepergiannya, makin membuatku sedih, air mataku berlinang,walau aku begitu mencintainya, aku tidak bisa menahannya.setelah itu aku coba menutup mataku, aku ingin beristirahat , aku lelah...dan nyaris putus asa.

Setelah perpisahan itu, kami tidak pernah bertemu lagi hingga sampai saat ini, sudah 12 tahun berlalu sejak saat itu.kendati aku masih mencintainya. namun aku tidak ingin dia datang lagi untuk menemuiku.

Dua bulan, sejak perpisahan kami, membuat diriku menjadi terbiasa akn ketikdak hadirannya. kuakui di bulan pertama, jujur aku sangat merindukan, namun aku tidak berusaha unutk menghubunginya,selain itu,aku juga telah megantikan nomor Hpku agar dia tidak bisa lagi menghubungiku. memang aku sengaja,agar aku juga bisa melupakannya.

Waktu terus berlalu,aku pun dapat menyelesaikan pendidikanku,setelah di wisuda, orang tuaku mencoba menjodohkan aku dengan kerabatnya, namun aku menolak, alasanku, aku belum terpikir untuk menikah, mendengar itu, orang tuaku mengalah dan membiarkan aku terserah memilih siapa.

Jujur aku adalah wanita yang memiliki libido yang tinggi, ketika aku dengan Andy, dia mengerti aku,dia dapat memuaskan berahiku,dia tidak pernah mengajak,akulah yang selalu mengajaknya untuk melakukan hal tabu itu, aku menikmatinya.bahkan Andi tidak pernah mengecewakan aku dalam hal urusan yang satu itu.

Sekian lama tidak pernah berhubungan dengan pria. kepalaku menjadi terasa berat,aku sering emosi,walau aku sudah bekerja di salah Bank di Jakarta, banyak pria yang menaksirku,namun aku tidak meresponnya.sebab yang menaksirku tidak ada yang mirip dengan mantan kekasihku Andi.

Pada suatu malam, teman sekerja mengajakku unutk menghadiri acara ulang tahun temannya,katanya disana akan banyak pria-pria macho.pikirku ,dari pada bete dirumah.kenapa tidak.!. akhirnya aku mengiyakan.

Sesampainya di acara itu, aku melihat banyak pria Macho,benar apa kata temanku itu.setelah kulihat-lihat, aku menaksir salah satunya, Nama sebut saja Joice, dia tampan,postur tubuhnya juga mirip Andi atletis,kekar berotot.

Kamipun berkenalan, ternyata dia pria yang sopan,dan perhatian, ketika acara sudah selesai, aku meminta nomor hapenya,dengan senang dia memberikannya.

Sesampai dirumah aku, jadi kepikiran sama Joice, entah mengapa aku memberanikan diri menghubunginya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. diapun mengangkatnya,dengan sopan ia menjawab,lalu aku katakan " malam ini kita bisa ketemuan gak ? " ,dia menjawab boleh.mendengar itu aku senang dan menemuinya.

Kamu bertemu disalah satu Pub, disana kamu menenggak miniuman beralkohol,kami seperti sudah kenal lama.akibatnya aku dan diapun mabuk akibat minuman. ketika suasana sudah agak sepi, dengan sopan ia pamit pulang, namun aku larang..kataku ." kalau kamu pulang terus aku sama siapa,? ".tanyaku pada Joice.ia pun mengurungkan niatnya dan tetap duduki kursinya untuk menemaniku minum malam itu.

Aku senang Joice dapat menghargai permintaanku, sembari ia duduk di depanku, dia menatapiku dengan serius. aku meliriknya,ketika tatapan kami bertemu,ia mengalihkannya seperti malu.

Namun aku tidak mau suasana malam itu terlewatkan begitu saja, aku mengaja Joice berkeliling kota Jakarta, kataku Yuk kita cari angin dulu, tanya dia kemana, jawab kemana aja kamu suka, keliling Jakarta juga boleh, yang penting aku bisa heppy  malam ini, kataku pada dia .

Dia mendekatiku, dia pengangi tanganku dan membantuku berdiri berjalan menuju mobilku, ketika dia menyentuh pundakku, tiba-tiba libidoku naik, darahku berdesir kencang, tak pelak tampa rasa sungkan aku merangkulnya kedua tanganku. namun ia tetap terlihat sopan.memegang pinggulku.

Ia membukakan pintu mobilku, aku sengaja lama tidak duduk, namun dia membengkokan tubuhku agar bisa masuk duduk ke dalam mobil.setelah itu dia menyetir dan kami pun mulai berjalan mengitari pemandangan lampu-lampu dan kebisingan kota Jakarta.

setelah 1 jam berputar-putar, tampa tidak sadar aku mengajaknya tidur bersama di hotel, ia sempat menolak, namun aku memaksanya. melihat aku merengek, ia pun menyanggupinya.

Sekitar pukul 2 pagi ,kami sampai di hotel, dia seperti malu dang sungkan, namun aku santai saja. Mungki karena aku sudah berpengalaman.ketika kutanya." apakah kamu baik-baik saja ? '', dia menjawab ." Iya ,tentu aku baik-baik saja, is okey." Katanya.

Selain itu , dia menyaran untuk memboking 2 kamar, namun kujawab, " untuk apa ?", dalam hatiku berkata, "Apa artinya , satu kamarkan lebih enak !". Setelah masuk dalam kamar, kamipun,menutup pintu.

Kulihat Joice begitu gugup, terlihat dia hanya duduk di kursi yang tersedia dalam kamar sambil mencari-cari chanel di TV. sedangkan aku tampa rasa sungkan, lansung merebahkan diriku diatas ranjang.

Mabukku membuat aku semakin bergairah, ditambah lagi, AC dikamar itu semakin membuatku kedingianan. hampi 15 menit kami terdiam bisa seribu bahasa. ku beranikan berkata pada Joice. " Hey Joice, kamu gak ngantuk?", tanyaku pada dia. iapun menjawab," Oh belum,kalau tidur, tidurlah, biar aku tidur disini saja." Ucap dia sambil mengambil busa alas kursi untuk bantalnya.

Nih orang polos and lugu benar, biasanya pria itu seperti buaya yang pantang menolak bangkai.nih orang beda benar,ucapku pelan sembari berlahan menghampirinya.


Bersambung...


Editor : Agus Budi T