Tuesday, 25 August 2015

Penambahan 2 ruang kelas baru di SMAN 4 Batam, Tapi Winanti : Itu inisiatif saya !

Batam, Dinamika Kepri - Terkait pembangunan penambahan 2 kelas baru  di SMAN 4  Ucap Kepala sekolah SMAN 4 Batam, Dra, Hj.Tapi Winanti sebelumnya, pada tanggal 11/8/2015, kepada wartawan ini, dengan tegas ia mengatakan, kalau pembangunan itu 2 kelas itu, adalah atas inisiatifnya sendiri. 

Selain dari inisiatifnya sendiri, pembagunan 2 ruang kelas tersebut, biaya pembangunannya juga dari dana pribadinya, hasil dari uang sertifikasinya.

" Ya..inisiatif saya sendiri, anggarannya juga, saya yang mendahahului. itu uangnya dari uang sertifikasi saya. " katanya saat  itu.


Namun pada tanggal  21/8/2015, pernyataan berbeda datang dari  Ir Juanda selaku ketua komite disekolah tersebut. kepada wartawan ini Ia mengatakan, kalau pembangunan penambahan 2 ruang kelas tersebut atas inisiatifnya dan komite sekolah.


" Itu inisiatife saya dan komite sekolah, kami mendahului juga biaya pembangunannya dengan meminjamkan uang sebanyak Rp 70 juta dari kepala sekolahnya dari uang sertifikasinya, bahkan saya yang menanda tangani pinjaman itu. kenapa itu kami lakukan, sebab kami tidak tega melihat siswa belajar telantar karena tidak ada tempat. Memang sudah ada anggaran dari dinas pendidikan untuk itu, namun sampai saat ini belum di kucurkan oleh pihak Dinas pendidikan Kota Batam, padahal sudah dari sejak bulan April 2014 itu, sudah di ketuk palu, karena melihat  dana tidak kunjung di cairkan oleh dinas pendidikan, maka timbulah inisiatif kami (komite=red) untuk mendahului pembangunannya. " Terang Juanda menjelaskan, kepada media di Empang, Batam Center, (21/8) lalu.


Terkait adanya 2 opsi yang berbeda dari pernyataan masing-masing antara Kepsek dan ketua komite sekolah SMAN 4 tersebut, pada tanggal (24-25/8), media ini juga telah mencoba melakukan confirmasi kepada kepala sekolah SMAN 4 Batam, Namun sampai 2 hari ini,Kepsek SMAN 4 Batam itu, tidak menjawab.

Dan hingga berita ini dimuat, belum diketahui pasti, siapakah sebenarnya yang telah berinisiatif untuk membangun penambahan 2 ruang kelas baru di SMAN 4 Batam itu.


Padahal sebelumnya, media ini telah memberitakan kalau sikap Kepsek SMAN 4 Batam itu, layak di untuk contoh oleh para guru-guru kepala sekolah indonesia, sebab selain berinisiatif untuk membantu dunia pendidikan di Batam, Kepsek itu juga rela mendahulukan uang pribadinya untuk membiayai pembangunan sekolah.


Namun kini ucapan " inisiatif saya sendiri ", sedikit diragukan tentang benar tidaknya pernyataan dari kepsek tersebut.


Bahkan yang menjadi pertanyaan media ini, jika itu benar itu inisiatife sendiri, tentulah hasilnya baik, namun jika itu bukan inisiatifnya seperti pernyataaannya, sudah pasti akan dikatakan telah berbohong. 


Bayangkan jika guru pengajar mampu berbohong, tentunya tidak akan menutupi dan kemungkinan jika semua murid-murid akan lulus  dari sekolah itu, diduga lulus dengan membawa ilmu kebohongan.(Is)



Editor : Agus Budi T