Friday, 14 August 2015

Orang kaya di Batam tidak memiliki rasa kemanusiaan lagi?

Batam, Dinamika Kepri - Rasa kemanusiaan itu, katanya, tidak ada lagi bagi orang kaya yang ada di Batam, Pasalnya kemarin (13/8) ketika  Dini, yang mengalami kecelakaan tunggal hingga pingsan di jalan raya depan Tiban Center, terlihat tidak ada pengendara mobil yang sudi memberikan tumpangan untuk membawanya kerumah sakit, semuanya berdalih buru-buru.

Mendengar alasan itu, kata  warga yang meminta tolong,"Dasar orang kaya yang tidak berprikemanusian, main kabur aja, minta tolong numpang malah kabur." Ucap warga yang sedang menggotong Dini saat itu.

Pantauan media ini saat itu, Bila dihitung ada sekitar 20-an pemilik mobil yang berhenti, namun bukannya untuk ingin menolong, melainkan hanya melihat-lihat saja.

Namun, setelah warga meminta kepada pemilik mobil untuk membawakan korban ke rumah sakit, semuanya memilih kabur dengan sendirinya, alasannya mau cepat, lagi sedang tunggu, dan terburu-buru.

Padahal mereka (pengendara mobil=red), sudah melihat korban telah terlihat sekarat dan terbentang di tengah jalan. bahkan korban itu bukan dibawa sendiri ada orang lain yang mengawalnya.namun para pengendara selalu beralasan, sedang buru-buru.

Akibatnya banyaknya penolakan dari para pengendara mobil, warga setempatpun akhirnya melarikan korban itu dengan  menggotong ramai-ramai sambil berjalan buru-buru ke klinik terdekat di Tiban Center. sebab denyut nadi korban saat itu, diketahui sudah semakin melambat.

Salah seorang pengendara mobil sedan berkata dan terdengar wartawan ini, beralasan, kalau dia dan  istrinya saat itu, ucapnya sedang tengah buru-buru. Iya, katanya buru-buru, Namun ia masih saja menyempatkan diri, untuk menonton kejadian itu.dan setelah dipinta tolong kembali oleh warga, pemilik sedan itu malah memilih kabur.

Maka dari adanya sikap demikian, terdekteksi jika rasa kemanusian bagi para orang kaya di Batam saat ini, sudah pupus, mereka lebih mementingkan diri sendiri.tidak perduli dengan keselamatan nyawa orang lain.sebab yang terlihat menolong korban saat itu, adalah orang -orang yang melintas menggunakan sepeda motor dan penjual sayur keliling.

Adanya kejadian yang memilukan itu, terlihat jika rasa kemanusian di Batam telah diambang mengkwatirkan dan layak menjadi perhatian serius  baik para pemuka agama dan pemerintah. 

Selain itu, bagi yang sudah berpengalaman dan  pernah menolong hal yang serupa , tentunya tidak mau melakukannya lagi, sebab kerap dibuat susah oleh pihak keluarga maupun mungkin oleh penegak hukum yang menanganinya. hingga membuat orang harus takut menolongnya. 

Pihak keluarga bukannya berterima kasih, kebanyakan yang meonolong itu malah disudutkan dan dituduh jadi pelaku kecelakaan itu. padahal yang menolong itu hanya ingin menjujung rasa kemanusiaan saja, Namun terbalik balasannya.

Akibat dari pengalaman itu,  Banyak orang yang menghingdar dan membiarkan korban kecelakaan begitu saja, maka tidak jarang,  banyak korban laka akhirnya mati ditempat, padahal jika korban itu diselamatkan atau dibawa kerumah sakit dengan segera , ada kemungkinan jika nyawa korban kecelakaan tersebut, dapat terselematkan.

Namun kini  alih-alih harus menunggu datangnya petugas dahulu, barulah korban ditangani dan dilakukan evakuasi. jika petugas dapat segera tiba, beruntung korban bisa terselamatkan, Nah bagaimana jika petugas Polantas tersebut datangnya terlambat, tentunya warga yang melihat, hanya bisa melihat saja, tampa harus berbuat apa-apa. sebab itu memang sudah pilihan, takutnya jika di tolong,  yang menolong takut akan dituduh jadi pelakunya.

Maka dengan demikian, Itulah yang membuat dilema dikalangan masyarakat yang mengganjal rasa ibanya untuk menolong sesama manusia ketika terjadi insiden kecelakaan di jalan raya, apa lagi tidak ada orang sekitar yang mengenal korban, jangan harap ada yang menolongnya. (Ag)

Editor : Agus Budi T