Tuesday, 11 August 2015

Oknum bapedalda Batam diduga main mata, Police line di gudang penampung limbah B3 di Kabil, Telah dibuka

Batam, Dinamika Kepri - Terkait limbah B3 yang sebelumnya telah dengan sengaja di timbun oleh seseorang ditengah hutan daerah Kabil, Punggur Batam,Kepri. 

Seperti terlihat pada gambar diatas, kini materialnya berangsur mulai berkurang dari sebelumnya, karena sebagian terlihat sudah ada yang hilang , kata informasi, akibat diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Namun Setelah ditelusuri, terungkap bahwa, berkurangnya limbah B3 berjenis material logam itu, karena sebahagiannya telah dicuri oleh para pemulung yang ada disekitar itu.

" Saya lihat memang ada yang berkurang, setahu saya, ada pemulung yang mengambilnya, bahkan anak-anak juga , terlihat sering mengambilnya untuk dijual." kata seorang warga di sekitar tempat itu yang enggan menyebut namanya.

Selain barang bukti yang semakin lama semakin habis, Gudang penampung besi yang sebelumnya juga ikut di police line oleh Bapedalda pada tanggal 24/7/2015 yang lalu , kini garis police linenya juga sudah terbuka, dan gudang itu terlihat sudah beroperasi seperti biasa.

Dengan terbukanya police line pada gudang itu, membuat tanda tanya kepada banyak pihak, terkesan dibiarkan, diduga pihak oknum Bapedalda kota Batam ada yang sudah main mata dengan pihak perusahaan penimbun limbah B3 di hutan tersebut. 

Terkait police line yang sudah terbuka itu, awak media ini mencoba dan berusaha mempertanyakan hal ganjil yang sudah terjadi itu kepada Ir.Dendi Purnomo selaku kepala badan penanggulangan dampak lingkungan daerah ( Bapedalda) kota Batam. 

Namun saat diconfirnasi via pesan singkat melalui celularnya, kepala (Bapedalda) tersebut, tidak menjawab,dan memilih bungkam, bahkan ketika berusaha di hubungi kembali ,  Ia juga tidak meresponnya. sepertiya Ia terkesan ada takut ,dugaan kalau-kalau masalah dugaan main mata dengan perusahaan yang dimaksud akan terbongkar. 

Namun untuk saat ini, jika trik atau cara seperti itu bukan lagi hal yang baru, dimana ketika ada temuan yang melanggar hukum yang mengenai terkait limbah, tentunya  pihak Bapedalda akan segera memberinya sangsi penyegelan dengan membentangkan garis police line dilokasi penemuan. namun setelah itu, lalu dibiarkan , setelah melihat tidak ada lagi yang perduli dengan limbah itu, barulah segel tersebut dibuka. dan jangan heran, memang seperti itulah yang terjadi saat ini.

Kesannya ,jika masyarakat telah percuma untuk bersusah payah untuk melaporkannya, sebab tidak ada tindakan yang membuat pelakunya  dapat menerima efek jeranya.

Terkait tidak ada respon dari pihak Bapedalda kota Batam, baiknya hal-hal tersebut mendingan di diamkan saja, dan banyak berdoa meminta kepada Tuhan yang maha Esa, agar para pelaku pembuang limbah sembarangan itu, diberikan kesadaran agar tidak membuang limbahnya dengan sembarangan lagi, tentunya, agar Batam ini, tetap nyaman, Asri dan ramah lingkungan, demi kelangsungan hidup kita, dan anak cucu-cucu kita. (Ag)

Editor : Agus Budi T