Friday, 21 August 2015

Ketua komite SMAN 4 Batam angkat bicara, Ir.Juanda : “ Benang merahnya ada di dinas pendidikan kota Batam”

Batam, Dinamika Kepri – Terkait banyaknya pemberitaan mengenai SMAN 4 belakangan ini, Ir. Juanda selaku ketua Komite sekolah  di SMAN 4 Batam, Angkat bicara untuk meluruskan apa sebenarnya yang tengah terjadi di SMAN 4 Batam.

Jumat sore,(21/8) kepada awak media ini, ketua komite sekolah itu menggungkapkan, bahwa benang merahnya ada di Dinas pendidikan kota Batam, dimana ia menyebutkan, bahwa anggaran pembangunan untuk penambahan 2 ruang kelas baru di SMAN 4 Batam yang sudah diketuk palu pada bulan April tahun 2014 itu, kata dia, tersangkut di Dinas pendidikan Kota Batam. 

Akibat sangkutnya anggaran pembangunan sekolah  itu, maka  Ia selaku ketua komite sekolah, mengambil kebijakan  dan meminjamkan dana  dari kepala sekolah SMAN 4 Batam, Dra.Hj Tapi Winanti sebesar Rp 70 juta. 

Ir.Juanda juga menegaskan kembali, bahwa pembangunan 2 ruang kelas yang baru itu, dilakukan oleh komite sekolah  dan anggarannya dipinjam  dari kepala sekolah, dimana uang itu di dapat,  dari uang Sertifikasi guru kepala sekolah tersebut.

Selain itu, komite sekolah itu juga menjelaskan tentang  adanya  pemberitaan mengatakan wali murid jadi donatur pembangunan, katanya itu tidak benar, kalaupun ada yang mengatakan hal tersebut, itu hanya salah paham saja. Memang ada wali murid/orang tua murid yang disebut jadi donatur,namun bukan donatur untuk pembangunan penambahan 2 ruang kelas yang dimaksud, melainkan kata donatur itu ditujukan, untuk orang tua yang ikut membantu  pembangunan sanggar di sekolah itu, dan tidak ada hubungannya   dengan penambahan 2 ruang kelas itu.

Menanggapi  adanya pungli disekolah, Ia juga menampiknya, Ia mengatakan itu tidak benar, kalau ada kutipan bukan Rp 1.500,000, tetapi Rp 1.575.000, ucapnya menerangkan, itu bukan pungli, melainkan biaya untuk pembelian Baju seragam ,asuransi dan keperluan lainnya. Ucap Ir. Juanda.

Terkait tidak adanya papan Bestek dilokasi pembangunan pemanambahan 2 ruang kelas baru di SMAN 4 Batam itu, Ia juga mengatakan, tidak mungkin membuatnya,  sebab sementara ini anggarannya pembangunannya masih dari pribadi, Uang pinjaman, kecuali anggarannya sudah turun dari dinas pendidikan, tentulah Papan besteknya  akan di pampangkan, sebab kita wanti-wanti juga, kita juga  takut dinalai yang tidak-tidak oleh masyarakat.

Ucap lagi, Sementara ini anggaran pembagunan itu, kita (komite=red), kenapa itu kita lakukan, sebab kita tidak sampai hati,  jika harus melihat murid-murid yang belajar terlantar duduk dilantai. 

Katanya lagi, maka dari itu,  komite sekolah berinisiatif untuk mendahulukan biayanya dimana agar penambahan 2 ruang kelas tersebut dapat segera terealisasi, sebab kalau kita hanya menunggu kucuran dana dari dinas Pedidikan tersebut, mumgkin tidak tahu kapan terealisasi. Kata Aktivis pendidikan tersebut mengakhiri kepada wartawan ini. (Ag)

Editor : Agus Budi T