Sunday, 16 August 2015

Karyawan wanita lajang, Berhak cuti melahirkan

Karyawati yang sudah bersuami maupun masih lajang sama-sama berhak atas cuti hamil dan cuti melahirkan.

Dinamika Kepri-Judul di atas itu mempertegas infografik. Perempuan hamil yang berstatus karyawati, dan kebetulan tak bersuami, tetap berhak atas cuti hamil dan cuti melahirkan yang kalau ditotal menjadi tiga bulan. Bahkan misalnya, maaf, terjadi keguguran kandungan, karyawati tersebut berhak atas cuti 1,5 bulan.

Pasal 82 UU Ketenagakerjaan menjamin hak tadi. Pasal tersebut tak memandang apakah si karyawati sudah bersuami ataukah hamil-dan-kemudian-melahirkan di luar nikah. Pokoknya sebagai perempuan pekerja karyawati tersebut punya ketiga hak tadi.

Perihal tunjangan kelahiran, ternyata tak ada kewajiban bagi perusahaan untuk memberikannya kepada karyawati. Pasal 94 UU Ketenagakerjaan dan SE-07/MEN/1990 tak mengaturnya secara terperinci.

Sebagai catatan, UU itu lahir pada 2003, dan SE terbit pada 1990, jauh hari sebelum berlakunya BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014. 

Kini dengan adanya BPJS, yang wajib diikuti oleh perusahaan, pemeriksaan kehamilan dan persalinan pun sudah tercakup. Demikian menurut artikel "Kewajiban Perusahaan atas Biaya Pemeriksaan Kehamilan dan Persalinan Pekerja" dalam Hukumonline.

Artikel ini dan infografik penyertanya merujuk kepada jawaban Tri Jata Ayu Pramesti dalam Klinik di Hukumonline.Kerja sama 360.id dan Hukumonline. (Lintas.me)