Monday, 31 August 2015

Hati-hati, Beras oplosan marak di Batam























Tampak beras ditumpuk sebelum di kemas ulang, foto ini diambil dari salah satu gudang beras yang ada disekitar Daerah Sungai Panas, Batam, Kepri.(31/8). 

Batam, Dinamika Kepri- Beginilah permainan pemasok beras di Batam, beras yang diduga di datangkan dari luar negeri masuk melalui pelabuhan tikus yang di Batam itu, dikemas ulang setelah beras itu sampai di gudang penampungan. beras luar negeri itu dikemas ulang berbagai ukuran dengan memakai karung plastik bertuliskan nama-nama merek beras lokal. 

Kendati praktek permainan ini sudah cukup lama berlangsung di Batam, Dinas perdagangan (Disperindag) kota Batam, terkesan tidak mampu berbuat apa-apa, ada dugaan kalau pengusaha pemasok beras itu, lancar menyirami upetinya bagi para oknum pejabat yang membidanginya. 


Hingga saat ini, pratek penipuan  dan pemalsuan trade brand (merek) nama-nama beras itu, berjalan mulus tampa ada aral yang melintang. bahkan yang paling ironisnya, setiap ditanyai awak media dari mana asal beras itu didatangakan, para pengusaha beras itu bukannya mejawab, pengusaha itu malah lebih kerap menyebutkan nama- nama orang tertentu. kesannya bertujuan seperti untuk menakut-nakuti wartawan agar tidak memberitakannya. 


Selain tidak tahu apa maksud dan tujuannya, itulah yang terjadi di Batam. kesannya aksi yang telah dilakukannya itu, telah ada yang ada membeck-upnya.


Saat ini berbagai  macam merek beras lokal beredar luas di Batam, padahal beras itu kebanyakan beras oplosan yang sudah dikemas ulang. 


Biasanya beras itu di datangkan dari luar negeri melalui pelabuhan tikus yang ada diseluruh Batam. sesampainya di Batam, digudang penampungan, beras itu dibongkar dari dalam karung lalu diganti dengan menggunankan karung plastik yang sudah bertuliskan merek-merek nama beras lokal. setelah itu selesai dilakukan, barulah beras-beras itu  dipasarkan.


Maraknya aksi pembodohan kepada masyarakat yang dilakukan oleh pemasok beras saat ini, tidak menutupi kemungkinan jika  pengawasan yang dilakukan oleh disperindag kota Batam, sangat lemah, akibatnya Peredaran beras opolosan itu bebas bergerilya di pasaran entah kapan berhentinya.


Kendati praktek ini sudah berlangsung cukup lama, sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak manapun untuk menindaknya, terkesan jika semuanya yang membidanginya telah terlena menikmati upetinya.(Ag)


Editor : Agus Budi T