Tuesday, 11 August 2015

Biaya Penambahan 2 Ruang kelas SMAN 4 Batam, Tapi Winanti : " Saya yang mendahuluinya "

Batam, Dinamika Kepri - Benar atau tidaknya pernyataan guru kepala sekolah SMAN 4 Batam, Dra,Hj Tapi Winanti kepada wartawan pada selasa (11/8) di ruang kerjanya, yang  mengatakan bahwa, untuk biaya penambahan 2 ruang kelas yang saat ini masih dikerjakan di SMAN 4 itu, adalah dari pembiayaannya atau dari uang pribadinya. 

"Saya yang mendahuluinya '', kata dia memastikan, Maksudnya mendahului semua biaya pembangunan 2 ruang kelas tersebut.

Padahal jawabannya pada confirmasi sebelumnya kepada wartawan ini,  pada hari Sabtu (8/8) lalu, ia mengatakan, biayanya dari   DAK Dinas. Namun pada hari Selasa (11/8) siang tadi, pernyataan guru kepala sekolah (Kepsek) SMAN 4, Batam itu , berubah lagi, katanya biaya dari pribadi.

Adanya pernyataan yang berbeda dari orang sama dalam hal yang sama, tentunya telah membuat rasa penasaran dan ingin kembali  mempertanyakannya.ketika dipastikan di mana papan Bestek pembangunan 2 ruang kelas tersebut, kepsek itu lalu menjawab seperti menunjukan eskpressi emosi kepada wartawan.

" Untuk apa besteknya, itukan biayanya dari saya, itu uang dari sertifikasi saya, sebenarnya itu anggarannya dari DAK diknas, dan kami sudah membuat perjajian MOU , Namun tidak tahu kapan terealisasinya, dari pada menunggu lama, kasihan anak-anak, Ya.. saya berinisiatif sendiri." Kata Kepsek SMAN 4 Batam itu seperti kebingungan kepada awak media ini.

Selain itu, Napitupulu yang mengaku selaku  pemborong 2 ruang kelas itu, juga angkat bicara untuk menjawab-jawab segala pertanyaan yang ditujukan wartawan kepada Kepsek.

Tidak tahu apa motivasinya, sebab apa yang ditanyakan  awak media kepada Kepsek itu, Napitupulu kerap yang  menjawab, padahal jawaban darinya sangat tidak dibutuhkan, adanya sikap pemborong itu, terkesan  ada yang aneh. selain pemborong, ketua Komite sekolah SMAN 4 juga hadir saat itu.

Terkait adanya informasi  pungutan liar (Pungli) yang mengatasnamakan Uang pembangunan sekolah sebesar Rp 1.500.000. kepada setiap muridnya baru di SMAN 4, kepada wartawan, Dra,Hj Tapi Winanti dengan tegas mengatakan, kalau di SMAN 4. tidak ada pungutan uang pembangunan. 

"Disini tidak ada pungutan uang pembangunan. " Tegas Kepsek  SMAN 4 Batam itu .

Ternyata penambahan 2 ruang kelas yang sebelumnya telah usai pada tahun lalu, dan saat ini sudah dipakai, kata pemborongnya yang juga marga Napitupulu kepada wartawan ini mengatakan,anggaran 2 ruang kelas itu, kurang lebih berkisar Rp 260 juta. 

Kini 2 ruang kelas ditambah lagi tengah dikerjakan, dan akan menghabiskan biaya Rp 260 juta lagi, biaya sebanyak itu juga akan di tanggung sendiri oleh Kepsek SMAN 4, Batam, sungguh hebat dan layak ditiru serta diacungi jempol, sebab saat ini masih ada guru seperti sosok sebaik Dra,Hj Tapi Winanti. (Ag)


Editor : Agus Budi T