Wednesday, 19 August 2015

Bea Cukai Kakanwil Kepri, Berhasil Gagalkan Penyeludupan Bahan Peledak Asal Malaysia


Tanjung Balai Karimun,Dinamika Kepri - Kantor wilayah, Kanwil bea cukai Kepulauan Riau,Pada Rabu (19/8), berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan karung bahan peledak berjenis Ammunium Nitrate senilai 6,5 miliar rupiah dan 40 ton pasir timah senilai 7,5 miliar rupiah dari Malaysia ke Indonesia.

Petugas Bea Cukai Kepri, berhasil menangkap kapal dua perkasa yang mengangkut 2.010 karung Ammunium Nitrate atau bahan peledak asal Malaysia, di perairan Takong, Kepri. dan rencananya 50 ton bahan peledak ini akan di bawa ke Pangkep Sulawesi Selatan.

Ribuan karung bahan peledak yang bernilai sekitar 6,5 miliar rupiah ini diduga akan digunakan untuk bom ikan di perairan Sulawesi Selatan.

Untuk mengelabui petugas, pelaku mengganti karung ammunium nitrate yang asli dengan karung merek sebuah pupuk. Namun saat diperiksa, pelaku tidak bisa menunjukkan surat ijin impor barang larangan dari pemerintah.

Selain mengamankan bahan peledak, petugas bea cukai juga berhasil menahan km terang bulan II yang mengangkut sekitar 40 ton pasir timah, di perairan berakit, pulau Bintan, Kepulauan Riau, Ribuan karung pasir timah ini berasal dari Kalimantan dan akan di bawa ke Malaysia. diperkirkan nilai pasir timah ini, mencapai hingga 7,5 miliar rupiah.

“ Dari kedua kapal ini, petugas mengamankan 13 anak buah kapal. Dari hasil pemeriksaan, saat ini petugas menetapkan SE, sebagai tersangka penyelundupan bahan peledak dan AT sebagai tersangka penyelundupan pasir timah.” Terang Perjiya, Kepala kantor kanwil Bea Cukai (BC) Kepri, kepada wartawan.

Guna penyidikan,kini  kedua kapal ditarik ke dermaga bea cukai Kepri, di Tanjung Balai Karimun. Dan kedua tersangka akan dijerat melanggar pasal 102 undang-undang no 17 tahun 2009 tentang Kepabeanan.(LN)

Editor : Agus Budi T