Sunday, 30 August 2015

Batinku Berontak, Namun Tubuhku Menikmatinya

Dinamika Kepri- Aku tercampakan bagaikan sampah yang tidak ada tempatnya, bahkan ketika mobil pengangkut sampah pun datang, aku juga tertinggal tergeletak di tanah hingga terjatuh keselokan terbawa air comberan seperti tidak ada lagi yang menghiraukan.

Tidak ada yang perduli, aku merasa terhina, aku serasa jika seisi dunia ini, enggan untuk menerima aku. Dulu aku begitu disanjung, dipuji dan dihargai. namun semua itu berlalu seiring waktu yang terus datang menggilas hari demi hariku.kini kusadari ternyata tiada arti dari semua itu.

Kenalkan namaku anisial Nita sebut saja demikian, kini umur telah beranjak 37 tahun. tubuhku lansing, kulit putih tinggi badanku 1,45 M atau 145 Centi Meter(CM).

Dimasa mudaku, Orang bilang aku cantik, jika ada pria yang menggodaku ,aku cepat meresponnya, tak jarang pria yang menggodaku kerap menjadi pacarku.

3 tahun lalu, aku memutuskan untuk mencari penghidupan di Pulau Batam, sebenarnya aku tidak begitu tertarik dengan yang namanya Pulau Batam. namun semua teman sebaya di kampungku, rata-rata ada di Batam, semua terlihat mewah ketika mereka pulang. aku jadi tergiur. kendati aku sudah punya anak satu, aku bertekat ingin mencoba menguji nasib di pulau Batam.

Suami memang melarang, Namun kondisi kehidupan ekonomi keluarga yang serba terbatas, aku terus memaksa, selain itu, suamiku yang sebelumnya dijodoh-jodohkan padaku, hanya bekerja serabutan yang tidak jelas penghasilannya.

Dia sering melarang, namun tidak perbutannya untuk mempertanggung jawabkan rumah tangganya. aku kesal, dan mulai tidak tahan.

Kamipun sering bertengkar, melihat kondisi itu, akhirnya aku meminta untuk di ceraikan, namun suamiku bersikeras menolaknya, aku mencari cara, aku lari kerumah orang tuaku dengan membawa anakku.

Selama di rumah orangtuaku, suamiku itu tidak pernah menjengukku, 4 bulan lamanya ia tidak perduli dengan aku. kata ibuku, itu sudah menyalahi, katanya jika selama 3 bulan tidak dinafkahi lahir batin oleh suami, itu sudah tidak sangat menyalahi.terang ibu padaku.

Sebenarnaya aku tidak bermaksud untuk berpisah dengan suamiku itu, setelah kuberi tenggang selama 1 bulan lagi.ia juga tak kunjung menjengukku, tidak tahu ibu dapat kabar darimana, katanya kalau suamiku telah menikah lagi dengan wanita yang telah lebih dahulu dihamilinya.

Mendengar itu, aku serasa ingin mati saja.namun aku tidak percaya begitu saja, setelah kupastikan, ternya benar, ia sudah satu rumah dengan wanita yang telah baru dinikahinya itu. Dan yang paling tidak kusangka, mereka tinggal dirumah kami sebelumnya.

Tampa pikir panjang lagi, besoknya aku langsung mengajukan perceraian, dengan malu ia menerimanya. setelah percerian kami selesai diputuskan oleh pengadilan Agama, akupun sempat jatuh sakit seperti depressi.

Setelah 5 bulan di berdiam dirumah orang tuaku, akupun mulai tegar kembali. aku berusaha hidup normal lagi. Aku jadi malu sama ibu, sebab semua biaya kehidupan aku dan anakku ditanggung oleh ibuku yang hanya seorang pedagang makanan keliling.

Melihat itu, timbulah aku untuk mencari pekerjaan, walau sudah banyak tempat kucoba melamar, semuanya sia-sia. Namun tidak sengaja aku bertemu seorang pria di warung sebelah rumah tetannga. Ternyata pria itu tengah mencari beberapa orang wanita untuk di bawanya ke Batam bekerja di restourand.

Mendengar ajakan itu aku malah tertarik, pikirku, dari pada aku disini hanya menyusahkan ibu yang sudah menjanda, kenapa tidak aku mencoba bekerja di Batam. sebab sebelumnya aku juga pernah kepikiran ingin ke Batam, bahkan perceraian dengan suamiku dulunya juga karena ingin ke Batam.

Aku mengiyakan ajak pria itu. sebelum pergi, aku pamitan dengan ibuku dan menitipkan anakku, kataku pada ibu, " Aku akan membantu ibu".

Ibu memang melarangku, namun aku tetap memaksa ingin pergi.sebelum meninggalkan anakku dan ibuku, si pria itu menitipkan beberapa jumlah uang kepada ibuku, katanya gaji pertamaku. 

Aku sempat bingung, belum kerja tetapi dah dikasih gaji.tapi aku tidak mempersoalkan hal itu, karena bukan dengan aku saja, sebanyak 5 orang kami yang berangkat ke Batam, semua diperlakukan hal yang sama oleh si Pria perekrut tenaga kerja itu.

Kami berangkat naik pesawat, sesampai di Batam, kami di Bawah kesalah ruko di bilangan Nagoya , katanya restourand, tetapi aku lihat bukan seperti restourand yang dimaksudkan. 

Setelah kami berlima sampai, kami disuruh mandi, katanya ada yang mau datang, untuk melihat kami.

Setelah selesai mandi, seorang wanita yang sebut mami, datang membawakan lima baju wanita seksi, melihat itu kami sempat bingung,  tanyaku," baju apa nih bu ?, jawab ibu itu, " jangan banyak tanya, pakai aja, entar ada bos yang mau datang, mau kerja enggak ?" jawabnya. Mendengar itu kami lalu menjawab " Mau bu !".

Di dalam kamar ganti, aku berpikir, mau kerja di restorand tetapi pakaiannya seksi begini ?. ketika rasa itu kupertanyakan kepada ke 4 temanku itu, mereka juga binggung. Namun kata teman satunya lagi, : Yah udah kita lihat aja dulu kita mau kerja apa !, entar juga kita tau sendiri.katanya seperti tidak ada rasa beban.

Setelah kami selesai mengenakan pakaian seksi itu, Pria yang merekrut kami itu datang, yang sebelumnya dia terlihat sangat ramah, saat itu dia seperti berubah 100 derajat menjadi monster yang menyeramkan. suaranya begitu kuat memerintah. "Ayo cepat" perintahnya.

Tidak tahu karena apa, atau mungkin ada rasa sudah takut, kami berlimapun turun tangga, setelah itu kami  dimasukan kedalam ruangan berkaca, kulihat kami dengan wanita yang lain yang sebelumnya telah ada diruangan itu, mirip seperti ikan hias.selain itu, kami juga di nomor. setelah dinomori, satu-persatu kami berlima di fotoin, setelah di foto, lalu foto kami kulihat dimasukan ke salah satu album foto.

Tak berselang berapa lama, ada 3 pria masuk memelototi kami satu-satu persatu.kulihat matanya seperti ingin memakan kami, kata wanita yang di sebut mami itu, " tolong senyum semuanya, ini tamu kita dari Singapura, " Kata mami itu.

Setelah usai melihat-melihat kami, ke 3 pria warga singapura itu, pergi duduk di sofa sambil memesan 1 zak minum bir. aku dengar mereka lagi berbincang yang tidak kumengerti artinya. tapi aku sempat terdengar dengan jelas, mengatakan mengatakan kalau kami berlima katanya " Balu lai, Cabo kampung punya, balu sampai, ciknang kalau short time Jicap bango, Boking Gocap ban.". kata mami, jawab tamu itu, " Isai-Isai, okey-okey cancailah." Kata tamu itu.

Setelah itu, aku dipanggil, ternyata aku terpilih untuk menemani dari salah satu tamu itu. aku tambah bingung, belum apa-apa tamu itu sudah pegang bokongku.

Lalu aku compalain dengan mami itu, aku bilang ," Bu ini kerja apaan, kenapa orang ini gak sopan? ", mami itu lalu menjawab kulihat sedikit marah, " Iya kerja temani tamulah, kamu itukan dah dibokingnya, jadi kamu itu haknya dan harus turuti apa maunya.!. Mendengar itu aku terdiam, lalu mami bicara lagi, " emang kamu mau kerja apa, ya kerja seperti inilah, layani tamu," ucapnya.

Aku menolak dan ingin pulang, Lalu mami itu mengatakan, " Enak aja, emang kamu bisa bayar hari ini berapa hutangmu, ongkosmu kemari naik pesawat !, emang itu gratis ?, terus uang yang dititipkan sama ibumu itu, cuma-cuma ?, gak apa-apa, terserah mau pergi kemana, tetapi balikan dahulu kerugian kami," katanya padaku. 

Aku menangis, begitu juga teman-temanku, ternyata kami telah dijebak jadi pelacur oleh pria yang menyamar seperti pria lembut itu. kami dibohongi, katanya akan bekerja di restouran tetapi malah dijadikan wanita penghibur.

Batinku menangis aku meratapi nasibku, aku ingin lari, namun kulihat ada beberapa pria berbadan tegap mungkin bodyguart di tempat itu, kami terus diawasinya. kata mami, '' jangan ada yang macam-macam, kalau tidak ingin kalian akan menyesal, kerjakan apa yang aku perintahkan, jangan sampai kudengar ada tamu ini yang komplein, ingat itu. jadi bekerjalah dengan baik.'' Kata mami itu seperti mengancam.

Berlahan kamipun semakin menerima kenyataan dengan apa yang sudah terjadi saat itu, setelah tamu itu usai menghabiskan minuman birnya, kami lalu diajak keluar lalu naik mobil mengarah kesalah satu hotel di bilangan Nagoya.

Aku seperti gemetaran, kata temanku," sudah santai aja, kita jalani aja, habis bagaimana lagi, kita sudah terjebak." kata temanku itu untuk menangkan aku.

Setelah itu, kami masuk kedalam kamar hotel, satu pasang satu kamar, kami berpisah antara satu dengan teman lain. sesampai di dalam kamar,  tamu itu menutup pintu. aku dekdekan setengah mati, tamu itu mengajakku naik ke kasur, tapi aku menolaknya, dengan penolakanku, tamu itu mengambil hapenya seperti ingin menelepon seseorang, akupun langsung teringat jika ada tamu yang komplein.

Akupun segera naik ke kasur, dan tamu itu kulihat membatalkan niatnya untuk menelepon. diatas kasur aku di peluknya, aku dicumbuinya, namun aku tidak bisa berbuat apa. 

Dalam hati aku berdoa, " Ya Allah, ampunilah hamba ini, Maafkan aku, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi ini.'' Ucapku dalam hati sembari menitikan air mataku.

Kendati perasaanku berat, Tamu itu terus menggariangi tubuhku. Berlahan pakaian seksi pemberian dari mami itu, mulai dilucutinya . 

Dia terlihat begitu lihai. rasa penolakkanku dapat ia musnahkan, apalagi sudah lama aku tidak pernah lagi berhubungan badan sejak bercerai dengan suamiku.

Sembari aku merasa bersedih, tak sadar tubuhku sedikit menggeliat akibat sensasi yang di timbulkan tamu itu, berlahan aku mulai merasakan sensasinya. 

Tak kuasa aku menikmatinya, kurasakan tangan tamuku itu sangat creatif memainkan jemarinya, semakin aku mulai menikmatinya, semakin semangat pula ia melakukannya.

Tidak tahu apa yang sedang terjadi padaku saat itu, aku seperti kuda binal, aku mengikuti perintah dan permainannya, hampir sejam kami bergumul diatas kasur. ketika aku mengerang merasa kenikmatannya, ia juga kulihat semakin bersemangat.

Usai itu, kami berdua, terhempas kelelahan, dia menatapku, namun aku mencoba mencuekinya, tetapi aku jujur, kalau saat itu, aku sangat puas dibuatnya.

Aku begitu lelah, sebab dua kali aku merasakan sensasi klimax yang begitu nikmat, ketika aku bersenggama dengannya. Maklumlah mungkin karena sekian lama aku tidak lagi melakukannya. Walau batinku berontak, Namun tubuhku menikmatinya.

Kulihat tamu itu, mulai tertidur pulas karena kelelahan, aku ingin melarikan diri, namun ketakutan menghantuiku.

Selama hampir 2 jam tamu itu tidur, aku  terus berpikir tidak menentu, apakah yang  aku perbuat, apakah aku harus menerima kenyataan, ataukah aku lari dari kenyataan tersebut.

Selain resiko yang akan kuterima nantinya berat, Si perekrut itu. juga sudah tahu di mana rumah orang tauku dikampung, aku takut jika aku lari, sebab pikirku mereka pasti akan mencariku sampai kerumah orang tuaku. aku takut kalau nantinya  ibu dan anakku di kampung akan mendapat masalah dari karena ulahku.

Badan bau keringat, aku beranjak dari tempat tidur dan membersikah diri dikamar mandi, usai aku mandi, aku tidak langsung memakaikan baju. sembari masih memakai handuk, aku menyalakan TV, setelah menyalah ternyata Volume suara TV sangat kuat. mendengar itu tamu itu terperanjat dari tidurnya.

Kulihat terkejut, lalu aku minta maaf. namun dia tidak melanjutkan tidurnya, ia bangun pergi buang kecil ke kamar mandi. selesai dari kamar mandi ia mendekatiku, kulihat ia seperti teransang dengan wangi uap shampo yang aku pakai.

Dengan sopan ia memeluku dari dari belakang, dia menciumi punggungku, aku merasakan geli, berlahan ia menarik handukku, lalu handuk itu terlepas dari tubuhku. Ia menatapiku, aku malu, berusaha aku meraih handuk itu, namun ia tak memberikannya.

Tangan terampilnya mulai creatif lagi. aku merasakan kalau sangat mengatahui dimana titik kelemahanku. ia meraba-raba tubuh bagian sensitifku, tak sadar aku mengerang, nafasku mulai ngos-ngosan dibuatnya. padahal masih rabaan tangannya saja, tubuh sudah bergetar dibuatnya, semua dilakukannya dengan berlahan, ia tidak kasar, ia memperlakukan aku seperti wanita yang berharga dihadapannya. walau aku tidak tahu siapa namanya, aku sangat menikmatinya belaiannya. bagi dia adalah laki-laki yang sangat perkasa.

Selama bersama tamu itu, tidak ingat berapa kali kami melakukannya, pagi ke esokan harinya, sebelum ia pulang ke Singapura, memberikan beberapa uang lembaran Dollar Singapura kepada saya. dia bilang padaku, " Ua banyak heppi sama lu, lain masa ua latang mesti cali lu." kata tamuku itu, karena aku tidak faham maksudnya, aku hanya mengangguk iya-iya saja.(Ag)

Semua para tamu itu telah pulang, belum beberapa menit dengan ke 2 temanku aku bercerita pertama pengalaman bercinta. tiba-tiba bodyguard suruhan mami sudah datang menjemput. tampa menunggu lama kamipun keluar dari hotel itu.

Didalam perjalanan, seorang bodyguard itu mengajak berkenalan denganku, aku mengenalkan namaku, ia menyebut nama Andy, sebut saja demikian. ketikan menyalam tanganku, ia lama menatapku. tetapi aku biasa aja. sebab dihati ini tidak ada rasa untuk ingin dicintai atau mencintai siapapun. sebab tujuanku merantau ini, bukan mau mencari laki-laki, aku ingin bekerja mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk ibu dan anakku .

Setelah sampai ditempat tujuan, sebelum turun ia berpesan padaku," Nita.. jangan takut apapun. kalau ada apa-apa padamu, jangan sungkan beritahu sama aku. " kata dia. namun aku mencuekinya. pikirku , " Emang siapa lu,"    

Bersambung......     

Editor : Agus Budi T