Tuesday, 18 August 2015

Acara kemerdekaan di RT01/RW10 Senjulung, Panitianya tidak membebani warga























Bobi Alexander Siregar, tampak  tengah memberikan hadiah berupa uang kepada anak-anak yang semangat menyebutkan kata "Merdeka".


Batam, Dinamika Kepri- Sepertinya layak di contoh buat perangkat RT/RW di seluruh Batam maupun diseluruh Indonesia, pasalnya pada acara Malam 17 Agustus 2015 di RT01/RW10 di Senjulung Kabil, Punggur Batam,Kepri. pada (17/8), diketahui kalau ternyata, semua biaya acara kemerdekaan 17-san dan hadiah-hadiah perlombaan, ditanggung beberapa orang saja, tampa ada melakukan pungutan ke setiap warga sebagaimana diketahui seperti yang sudah dilakukan beberapa perangkat RT di Batam, contohnya seperti yang dilakukan oleh RT 07/RW 01 Patam Lesatari Sekupang, dimana untuk biaya hadiah permaianan atau pertandingan untuk anak-anak maupun hadia-hadiah lainnya, dipungut Rp 20 ribu per rumah tangga(KK)nya.

Malam penyerahan hadiah bagi anak-anak yang menang dalam permainan, terlihat begitu bersaja, malam itu, tampak anak-anak satu RT itu bersukaria. un utk menambah suana semakin meriah, Bobi Alexander Siregar salah seorang Anggota Dprd kota Batam yang bermukim ditempat itu, juga membuat pertandiangan adu joget antar anak,dengan menyumbangkan sejumlah uang bagi pemenang juara 1,2 dan 3.

Acara 17 san yang dimotori oleh para donatur sadar akan hari kemerdekaan itu berjalan sesuai dengan yang direncanakan, padahal rencana itu mendadak 2 hari sebelum dilakukan,namun anggarannya dapat terkumpul tampa membebani warga lainnya.

Warga ditempat itu terlihat kompak, bahkan Orgen tunggal yang menghibur malam itu, juga sumbangan dari pihak dari orgen alias gratis, kendati demikian orgen Tunggal Diana Musik tersebut, tetap setia menghibur warga disana.

Sebelum acara itu selesai, kepada wartawan ini, Bobi Alexander Siregar, perangkat RT dan RW malam itu, sepertinya satu pendapat. kata mereka, kalau acara itu memang segaja dilakukan, Tujuannya untuk menanamkan rasa kecintaan dan rasa nasioanlisme kebangsaan kepada setiap anak yang ada ditempatnya, dimana pada 2 tahun terkahir ini, katanya, sudah tidak pernah dilakukan lagi.(Ag)

Editor : Agus Budi T