Wednesday, 29 July 2015

Sejarah MOS dan Ospek,Perpeloncoan di sekolah

Batam,Dinamika Kepri -Sejarah MOS atau Ospek ini, jika ditelusuri,sebenarnya sudah sejak Jaman Kolonial, tepatnya di STOVIA atau Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (1898-1927). Pada masa itu, mereka yang baru masuk harus menjadi “anak buah” si kakak kelas itu seperti membersihkan ruangan senior. Dan hal itu berlanjut pada masa saat ini.

Di indonesia sendiri,sebelumnya MOS atau Ospek hanya ada pada permulaan masuk sekolah/kuliah, biasanya para murid atau mahasiswa baru di sekolah menengah atau universitas akan mengalami masa-masa seperti ini.

Masa seperti ini juga seringkali menjadi “mimpi buruk” si murid baru itu sendiri, karena terkadang masa-masa ini kerap dimanfaatkan oleh kakak kelas untuk memelonco si adik kelasnya.hingga kerap membuat adik kelasnya menyimpan rasa demdam.

Namun kini,MOS/Ospek ini tidak lagi, hanya dinikmati di masa awal masuk kuliah, setingkat SMU sedrajatpun sudah terkena virusnya.bahkan tidak jarang,jika kekerasan kerap dilakukan oleh seniornya terhadap juniornya, dan untuk membuktikannya, anda dapat melihatnya sendiri disitus jejaring sosial Youtobe.

Di Batam sendiri, MOS masih diberlakukan dan tidak pasti apa tujuannya,sehingga para murid yang dihasilkan juga sebagaian jadi tidak jelas, tidak pasti, atau salah arah,sebagian ada yang memilih menjadi anak Punk, Geng Motor, Bahkan sebagian lain, ada yang menjadi penggemar Dugem mania.

Mengapa itu bisa terjadi,diduga para seniornya, kerap mengajak juniornya untuk mengikuti jejak para seniornya.dan jika tidak mau. di sekolah nanti, senior itu akan memberikan hukuman kepada juniornya dengan alasan telah berani mencoba menolak arahan dari kakak kelasnya.

Dengan adanya MOS di sekolah,para murid baru tentu akan seperti tertekan atau terdoktrin pikiran dan jiwanya akibat ulah dari kakak kelas atau seniornya,dan tidak jarang jika sebagian dari meraka (Junior) ada yang menyimpan demdamnya dan akan disalurkannya  kepada murid baru yang akan datang.

Jika terus begini,Dunia pendidikan di indonesia tentu akan tercoreng,selain tercoreng akan menjadi ancaman bagi generasi muda yang datang,sebagian generasi akan takut bersekolah. maka dengan ini adanya seperti ini,sudah waktunya, pemerintah mengambil sikap dan menghapus budaya MOS,Ospek maupun perpeloncoan di sekolah.(Ag)


Editor : Agus Budi T