Tuesday, 14 July 2015

Saat ini, Aku sangat merindukan kedua anakku

Dinamika Kepri- Surat dari Pembaca,Kenalkan nama saya Anisial (DA).saya kelahiran kota Medan.aku adalah wanita yang sudah menikah yang telah memiliki dua anak,putra dan putri,namun mereka tidak bersamaku.mereka ada bersama suamiku yaitu ayah kandungnya.

Saat ini,kami berjauhan karena alasan yang tidak masuk logika,saat ini aku tinggal bersama ibuku,aku dan ibuku  tinggal dikota Batam,Kepulauan Riau (Kepri). 

Dalam Articel ini,aku  ingin meluahkan isi hati saya yang selama ini aku pendam,saya selalu bertanya dalam hatiku."Apakah  salah bila aku juga merasakan kebahagian seperti kebahagian yang orang lain rasakan ? ", namun itu hanya sekedar bertanya,ya sekedar berharap,pasalnya aku tahu,jika hidup memang selalu banyak cobaan.

Namu yang tidak habis pikir mengapa aku cobaan selalu terus - menerus datang menerpa hidupku.aku selalu bertanya,kapankah kebahagiaan itu dapat berpihak kepadaku ?

Walau begitu,aku tidak pernah meminta dan menuntut apa-apapun dari orang lain , saya hanya ingin keadilan yang seharusnya saya dapatkan.

Dari semua masalah yang saya hadapin,saya menjalaninya dengan sendiri, terlalu berat untuk aku jalanin semuanya ini,tetapi saya hanya bisa pasrah dan diam menghadapinya.

Syukur masih ada ibu disampingku yang selalu mendukung aku buat jalanin hidup yang penuh pahit ini,Namun apa yang hendak mau di kata, sepertinya semua ini sudah takdir,walau demikian,terkadang ada rejeki  yang aku dapatkan,dengan itu aku menabung dan berusaha agar aku bisa berubah jalan  hidupku nantinya.

Tetapi entah kenapa selalu ada saja yang menghalangiku, agar saya menjadi lebih baik dan berguna buat orangtuaku.

Maafkan aku ibu karena anakmu ini belum bisa membuatmu bahagia,tetapi anakmu ini selalu berusaha menjadi yang terbaik buatmu, jasamu memang tidak akan pernah terbalaskan tapi anakmu ini.akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik buatmu.

Doakan anakmu ini ibu,agar dapat selalu kuat menjalanin semua cobaan ini, aku yakin Tuhan itu maha adil, dan Tuhan tidak akan memberi cobaan diluar kemampuanku.

Harapanku hanya satu, semoga ibu dan anakku yang jauh disana dapat bahagia.biarlah aku jalanin semua ini dengan ikhlas, karena aku yakin dibalik semua ini, pasti ada hikmahnya.

Dan buat anakku yang paling aku sayang , ibu berharap kalian akan tahu apa yang ibu rasakan, sebab bukan keinginan ibu harus seperti ini, Namun semua karena keadaan yang tidak bisa ibu hindarkan, sebab ibu juga enggak bisa berbuat apa-apa.tetapi suatu saat nanti kalian, akan mengerti kenapa ibu saat ini tidak bisa bersama kalian, Tuhan akan menunjukkan jalan tentang hubungan ayah dengan ibu ini.

Doa ibu selalu menyertai kalian dan setiap detak jantung ibu selalu ada kalian, ibu berharap putra dan putri tidak pernah membenci ibu, karna ibu sangat mencintai dan menyayangi putra dan putri,sampai mati ibu akan ingat kalian dan berkerja keras demi masa depan kalian , doain ya anakku ,ibu mu ini selalu dijauhin dengan orang yang membuat ibu terpengaruh dengan jalan yang salah. 

Sekarang ini,aku hanya ingin memperjuangkan orang-orang yang saya sayangin , yaitu hanya ibuku dan anakku putra putriku.walau rindu terhadap kedua anakku ini selalu menyiksaku ,Namun aku tidak berdaya untuk mengobatinya,mungkin itulah cobaan yang sedang kuterima.

Aku selalu berdoa kepada Tuhan yang maha Esa,agar semua dapat berlalu berakhir bahagia dapat berkumpul kembali sepeti sedia kala. Dan sebagai makluk Tuhan,Aku juga pantas untuk mendapatkan kebahagian,dan sebagai naluri seorang ibu,tentulah aku ingin memeluk,mencium pipi dan kening anakku,memberikan kasih sayang dan perhatian sepenuhnya kepada anak-anakku.(DA)


Editor : Agus Budi T