Thursday, 2 July 2015

Kebencian warga, Makin menjadi kepada BP Batam


Batam,Dinamika Kepri - Tidak tahu apa masalahnya,namun  khususnya bagi warga Batam,   jika saat ini terkesan begitu sangat membenci dengan keberadaan BP kawasan di Batam.

Berbagai cara dilakukan warga Batam untuk menghalaunya,Namun BP Batam yang dahulunya Otorita Batam (OB) Ini, tetap bertahan seperti sediakala.

Sebelumnya pada Mei 30, 2013,lalu, LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (KODAT 86) melalui Ketua Presidiumnya, Ta’in Komari, SS ,juga menyatakan akan tetap melakukan gugatan ‘Pembubaran BP Batam di Mahkamah Konstitusi”. Pasca sidang Pengucapan Putusan oleh Majelis Hakim MK, tanggal 21 Mei 2013 lalu, di mana pengajuan gugatan KODAT 86 dinyatakan tidak dapat diterima dengan alasan salah objek sebab dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2007 itu hanya memuat 2 pasal sementara yang diajukan KODAT 86 adalah uji materiil Pasal 4 Perppu Nomor 1 Tahun 2007. Akibatnya dari itu, sampai saat ini maka tidak ber ending.




Selain itu pada,Kamis, 30 April 2015 lalu, Masyarakat Kampung Tua yang ada di Kota Batam ketika memperingati Hari Marwah Kampung Tua. salah satu Tokoh Masyarakat dari Dapur 12 Sagulung, mengatakan, ".  Melalui hari marwah, dan hari ini juga bubarkan BP Batam dan mari kita segel pemko itu’' Ucapnya dengan tegas di acara tersebut.

Kebencian Masyarakat juga terlihat dengan adanya group dan komunitas di jejaring sosial facebook,antara lain ada kominitas " Bubarkan BP Batam" dan juga group "Bubarkan & Tangkap Pejabat Korup BP BATAM".

Menanggapi hal ini, Purnomo Andiantono selaku Direktur Promosi dan Humas BP Batam mengatakan, itu masalah biasa, namanya juga bebas berpendapat.

" Itu masalah biasa,namanya juga bebas berpendapat.jangankan kita (BP Batam=red), Presiden saja,banyak mendapat kritikan dari Facebook ,apalagi kita." kata dia via celularnya kepada wartawan ini, Jumat 2/7/2015.

Namun tidak jarang , jika  sebahagian orang  yang ada kerap berkoar-koar ingin membubarkan BP Batam. Tidak tahu apa tujuannya,Namun setelah berkoar-koar sejenak,  yang bersangkutanpun senyap setelah terkondisikan, dan menikmati hasilnya.

Besar dugaan, jika orang yang berkoar-koar tersebut ada kepentingan, serta tidak menutupi kemungkinan, jika semua yang dilakukan orang-orang tersebut hanya sebatas shoot teraphi belaka untuk mendapatkan keinginannya. Tentunya, oknum BP akan berpikir, daripada bising-bising, kasihkan saja, apa keinginannya.


Editor : Agus Budi T