Thursday, 30 July 2015

GLKNRI Gelar dialog kebangsaan di Hotel Fasifik Batam


Batam,Dinamika Kepri - Gubernur Lembaga Ketahanan  Nasional Republik Indonesia(GLKNRI), siang  di Hotel Pasifik Batam tampak tengah mengadakan Gelar  dialog kebangsaan.dimana dalam pertemuan itu,dihadiri para birokrat,akademisi,tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh adat dan tokoh pemuda yang ada di kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dihapan Gubernur Kepulauan Riau, Ketua DPRD Kepulauan Riau, Pangdam Bukit Barisa,Kapolda Kepri, Kabag Kesbangpol,Linas,dan Kejati Kepri,Budi Susilo Soepandji.Selaku Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional ,dalam sambutannya menyampaikan, sebagai berikut :

Sebagai negara Kepulauan dan bangsa yang dipersatukan karena perbedaan dan kemajemukan, maka nilai-nilai kebangsaan merupakan persyaratan mutlak yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara demi tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu,ia juga mengatakan,Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi yang terletak di kawasan perbatasan dan tentunya dari berbagai aspek seperti Ideologi,Politik,Ekonomi,Sosial-Budaya,maupun pertahanan Keamanan,lebih mudah terpengaruh oleh kebijakan asing.

Kebijakan pembangunan di daerah provinsi Kepulauan Riau harus mengutamakan kepentingan bagi kemajuan masyarakat Kepri tanpa mengabaikan kepentingan nasional yang lebih luas,oleh karena itu kebijakan pemerintah Provinsi Kepri, harus lebih cerdas,maka disatu sisi, harus " Adatable" terhadap kawasan perbatasan


Dialog kebangsaan ini,sejalan dengan nawa cita yang salah satunya memperteguh Kehbinekaan, dan memperkuat Restorasi Sosial Indonesia melalui penguatan Kehbinekaan dan menciptakan ruang dialog antar warga sehingga dapat membangun rasa dan semangat kebangsaan untuk menjadi manusia berkarakter kebangsaan yang akurat.


Saya ingin menyampaikan kepada para peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan dialog berbagai permasalahan dengan perspektif wawasan kebangsaan,  sehingga memiliki cakrawala pandang yang utuh dan lebih luas terkait nilai-nilai kebangsaan, agar mampu melakukan perubahan baik sebagai Birokrat , Akademisi,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat dan Pemuda yang senantiasa membangun Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Seiring dengan visi pemerintah saat ini yang berkeinginan mewujudkan Indonesia sebagai poros Maritim Dunia,tentu secara geografis maupun administratif provinsi Kepulauan Riau memiliki peran yang sangat strategis,karena berbeda langsung dijalur yang menjadi bagian poros maritim dunia.

Sudah saatnya provinsi Kepulauan Riau mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya maritim di Indonesia,kegiatan yang dirancang selama 3 hari kedepan akan membekali para peserta dengan materi- materi dialog yang terkait dengan 4 konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila,UUD NRI Tahun 1945,Bhineka Tunggal Ika Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Konsepsi Nasional, yaitu wawasan nusantara, ketahanan Nasioanal, sertaImplementasi dalam kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara.

Demikian sambutan saya, semoga tuhan yang Maha Kuasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita sekalian dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara yang kita cintai ini. Ucapnya mengakhiri kata sambutannya. (DA)


Editor : Agus Budi T