Wednesday, 1 July 2015

Tahun 2016, BP Batam Akan Lelang Tiga Proyek Infrastruktur Senilai Rp10 Triliun

Batam,Dinamika Kepri - Badan Pengusahaan Batam akan melelang tiga proyek infrastruktur strategis senilai Rp10 triliun pada 2016.

"Sampai akhir tahun ini kami masih menyempurnakan kajiannya agar sesuai dengan kondisi terkini kemudian bisa ditawarkan kepada investor mulai tahun depan," kata Kepala Biro Perencanaan Teknik BP Batam Imam Bachroni di Batam, Selasa.

Proyek yang akan dilelang adalah Jalan Tol Batuampar-Mukakuning-Hang Nadim senilai Rp1,6, triliun, Kereta Api Barang dan Penumpang Rp1,2 triliun dan Pelabuhan Tanjungsauh Kabil Rp7 triliun.

"Dalam jangka enam bulan ke depan kami terus matangkan dan review studi kelayakan proyek-proyek itu. Pada 2016 sudah siap ditawarkan ke swasta dalam skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS)," kata Imam.

Imam merinci untuk proyek Pelabuhan Tanjungsauh Kabil saat ini pihaknya harus mengulang kembali studi kelayakan atau feasibility study setelah Pelindo II tidak lagi berminat meski pada 2012 sudah melakukan penandatanganan kerjasama.

Pada awalnya proyek itu ditaksir membutuhkan pembiayaan sekitar Rp7 triliun.

Untuk proyek Jalan Tol Batuampar-Mukakuning-Bandara Internasional Hang Nadim, kata dia, hanya tinggal menunggu Keputusan Presiden untuk penugasan BUMN pelaksana proyek.

"Sembari menunggu Kepres tersebut BP Batam juga melihat kembali studi kelayakan proyek agar sesuai dengan kondisi terkini, terutama faktor lalu lintas dan jumlah kendaraan," kata dia.

Sebenarnya BP Batam sudah menyelesaikan studi kelayakan proyek itu pada 2008 dan 2013 lalu. Namun karena tidak kunjung masuk prioritas pembangunan jalan tol nasional, studi kelayakan itu dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi sekarang.

"Adapun nilai proyek itu dalam kajian awal senilai Rp1,6 triliun dengan internal return of rate (IRR) di bawah 12 persen. Sementara kami berpegang pada itu hingga kajian baru usai," kata Imam.

Pada 2014 pemerintah tidak memasukkan jalan tol Batam dalam prioritas jalan tol Sumatera sehingga proyek harus ditunda. Seharusnya proyek itu bisa mulai masuk masa konstruksi pada 2015.

"Tetapi pada tahun ini Bappenas sudah memasukkan proyek jalan tol Batam dalam daftar prioritas sehingga praktis hanya tinggal menunggu review studi kelayakan dan penugasan BUMN," kata dia.

Untuk proyek kereta api atau monorel, BP Batam menegaskan saat ini baru studi kelayakan kereta api penumpang yang siap sampai akhir tahun dan masuk buku proyek Bappenas. Kereta api untuk barang masih disusun kajiannya.

"Kereta api penumpang sudah ada dan sudah didalami Bappenas. Hanya terganjal masalah dokumen lelang tapi sudah selesai dibantu Bappenas," kata Imam.

Meski masih ada sejumlah kendala, namun BP Batam optimistis tiga proyek itu sudah siap ditawarkan kepada swasta mulai tahun depan. 


Sumber : Antara