Thursday, 11 June 2015

Tak terima digugat cerai, Suami tebas istri dan kakak iparnya

Batam,Dinamika Kepri - Akibat digugat cerai oleh sang isteri di pengadilan negeri agama kota Batam,seorang suami bernama,Rahmad,tega membacok sang isteri dan kakak iparnya, ironsnya aksi brutal pelaku ini di lakukannya di hadapan pengunjung yang berlokasi area  pengadilan Negeri agama kota Batam.

Akibat perbuatan pelaku ini, isteri pelaku mengalami kritis dan di rawat intensif dirumah sakit awal bros, sedangkan kakak ipar korban tewas akibat sejumlah luka bacokan senjata tajam yang di gunakan oleh pelaku Kasus penusukan yang terjadi di Pengadilan Agama (PA) Batam sudah ditangani kepolisian. Petugas sudah berada dilokasi dan melakukan penyelidikan.

Kantor pengadilan negeri agama kota Batam dikejutkan dengan peristiwa berdarah tersebut ,seorang suami tega berbuat sadis dengan menyerang diam - diam istri beserta kakak ipar korban  dikantor pengadilan negeri agama yang terletak di daerah Sekupang , Batam.

Aksi brutal yang di lakukan pelaku ini terbilang sadis,karena dengan tiba - tiba saja,pelaku yang datang diam-diam menghampiri isterinya,dan langsung membacoknya hingga tergeletak dan bersimbah darah,tidak puas dengan perbuatannya, pelaku juga menyerang dan membacok berkali-kali pada kakak kandung korban  hingga tewas di tempat,diduga kuat aksi nekad tersebut dilakukan oleh pelaku  lantaran tidak terima karena hendak digugat cerai oleh isteri nya.

Kejadian malang yang menimpa korban penganiayaan,Sri Hastuti dan kakak korban bernama,Umi Koiriah,di kantor pengadilan Negeri agama kota Batam ini,sontak membuat perhatian  para pengunjung ,bahkan pengunjung juga berusaha membantu mengamankan pelaku yang masih mengamuk di area kantor pengadilan negeri  agama itu.

Walau sejumlah pengunjung mencoba mengamankan pelaku,namaun tidak mampu,sebab  pelaku masih tetap melawan dan mengancam,warga yang mencoba merampas senjata dari tangan pelaku mengenai bagian tubuh pelaku,hingga akhirnya pelaku berhasil di lumpuhkan,polisi dan sejumlah warga membawa pelaku kerumah sakit otorita Batam untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut kepala kantor pengadilan Negeri agama kota Batam,Nur Herry,mengatakan, kedatangan korban kekantor pengadilan negeri agama kota Batam hendak mengajukan gugatan perceraian terhadap suaminya,namun belum sempat di daftarkan,pelaku tiba -tiba menyerang isteri nya dan kakak ipar dengan senjata tajam yang telah di siapkan oleh pelaku.


Sementara nyawa Sri Hastuti masih bisa di tolong,sejumlah warga dan petugas kepolisian  langsung membawa korban kerumah sakit awal bros Batam untuk mendapatkan perawatan intensif,sedangkan kakak korban umi koiriah di bawa kerumah sakit otorita Sekupang Batam guna dilakukan otopsi oleh dokter forensik Polda Kepulauan Riau,untuk memastikan sejumlah luka tusuk akan kematian korban.


Hingga kini kepolisian polresta barelang Batam masih melakukan olah TKP di area pengadilan negeri agama kota Batam itu,sekaligus mengumpulkan sejumlah saksi untuk di mintai keterangan penyebab pertikaian yang menyangkut kejadian malang tersebut.

Selain itu, Petugas dari Polresta Barelang langsung memasang garis polisi begitu berada di lokasi. Plastik kuning itu dipasang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di ruang tunggu pengadilan yang berada di Jalan Sutami, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Identitas korban tengah dipastikan.

"Motifnya diduga masalah perceraian. Belum sampai sidang. Masih dalam pendaftaran," kata Yoga Buanadipta kepada wartawan, Kamis (11/6/2015).

Yoga menyatakan belum dapat memberikan menyeluruh karena masih dalam proses penyelidikan. Kasus penusukan itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di PA Batam.(LN)

Editor : Agus Budi T