Sunday, 7 June 2015

Row jalan diduga kuat diperjual Belikan Oknum Pegawai Bp Batam

Batam,Dinamika Kepri - Maraknya pembangunan angkringan atau kios pedagang di Row jalan  saat ini,ternyata di aktori oleh  3 orang pegawai oknum Lantai  I Bp Batam yang beranisial BS,AY dan DY.

Dimana fakta itu di kemukakan lansung oleh warga Putra Jaya Tanjung Uncang yang menolak pembangunan kios angkringan yang dibangun disana.

Selain itu Sopian,yaitu salah satu pengelola angkringan yang berada di depan PT.ASL itu juga mengatakan via ponselnya kepada wartwan ini ( 7/6 ),jelasnya, kalau yang menanda tangani surat izin penggunan Row jalan yang dimilikinya ditanda tangani oleh beranisial BS yang sebelumnya bertugas di lantai I Bp Batam.

Terkait informasi adanya  3 orang oknum pegawai Bp lantai I yang mengeluarkan izin pengalihan fungsi Row jalan tersebut ,awak media ini mencoba meminta tanggapan kepada pegawai lantai I,kasi Monitoring Infrastruktur Pemukiman BP Batam, M.Prijo Putranto mengatakan tidak tahu kalau itu terjadi,namun menurut sepengetahuannya, Izin penggunaan Row jalan di bolehkan hanya untuk kios menjual Bunga.

" Izin penggunaan Row jalan di bolehkan namun hanya untuk kios menjual Bunga." Kata dia singkat melalui ponsel celularnya.

Katanya Izin penggunaan Row jalan hanya Untuk kios bunga,namun fakta dilapangan tampak berbeda,kios angkringan yang sudah dibangun parmanen itu dipakai untuk berjualan makanan atau kuliner.dan bisa dipastikan belum ada kios ankringan yang menjual bunga di Batam seperti yang dimaksud.

Maraknya pendirian angkringan di Row jalan di Batam memang sangat menggiurkan,satu lapak ukuran kurang lebih 2 x4 Meter tersebut dihargai hingga Rp 20 juta perlapaknya.

Diduga ke-3 oknum pegawai BP Batam lantai I  ini sebagai aktor di belakang  maraknya ankringan di Row jalan di Batam hingga menjadikan Batam terlihat kumuh dan telah merusak tata ruang kota Batam.

Namun tidak menutup kemungkinan,ada banyak orang yang bermain di balik semua ini,bayangkan Rp 20 juta perlapak,jika satu tempat bisa dibangun 40 kios maka totalnya Rp 800 Juta.seperti kata Sopian yang mengelola angkringan di Tanjung Uncang depan PT ASL,Ia mengatakan akan membangun 40 unit kios di tempat itu.

Namun sangat ironis,praktek dugaan penyalahan wewenang  jabatan yang dilakukan oleh ke-3 Oknum Bp Batam itu nyaris tidak tersentuh hukum di negara ini,padahal sudah jelas kalau tindakan mereka mengubah funsi row jalan itu tidak pada tupoksinya dan telah menyalahi aturan dan per undang-undangan yang ada.

Diduga keras ke-3 Bp Batam itu telah menganganggap tanah Batam ini adalah milik mereka secara pribadi atau warisan hingga mereka bebas dengan sesuka hati mengeluarkan perizinan penggunaan Row jalan untuk di fungsikan ke hal yang tidak tepat.


Editor : Agus Budi T