Tuesday, 23 June 2015

Penggunaan izin Row jalan hanya sementara, Katanya cuma setahun saja

Batam,Dinamika Kepri - Pendirian kios angkringan di depan perusahann PT.ASL  Tanjung Uncang,Batam.Terus menui kecaman dari warga sekitar Ruko Putra Jaya Tanjung Uncang Batam.

Diduga selain merusak tatanan kota,keberadaan Kios angkringan di Row Jalan itu kata warga,juga diprekdiksi akan segera mematikan usaha mereka.

Kemarin pada tanggal 22/6/2015,beberapa petugas Sat-pol PP juga terlihat disana,pasal ada informasi,jika di sekitar pembangunan angkringan yang sedang berlansung,warga lain ingin mendirikan rumah liar (Ruli).dimana rencana membangun ruli itu dilakukan,kata mereka, sebagai bentuk protes dari warga sekitar atas berdirinya kios angkringan di bawah sutet itu.

Namun kehadiran beberapa Sat-Pol PP di tempat itu diduga menjadi pengaruh,hingga  warga mengurungkan niatnya membangun rulinya pada hari itu,akhirnya satu-satu  wargapun meninggalkan lokasi.begitu juga petugas Satpol-PP yang berjaga saat itu,juga beranjak pergi setelah melihat situasi tenang.

Kepada media ini (23/6),Hendri S.Sos selaku Kasatpol-PP,juga membenarkan jika kemarin(22/6) anggotanya telah turun kelokasi untuk memantaunya,kata Hendri lagi,bahwa kedatangan petugas Satpol-PP itu,atas dari laporan masyarakat.

Di tempat terpisah,salah satu warga mengeluhkan keberadaan kios angkringan di Row jalan tersebut,selain berdampak negatif dengan kelansungan usahannya,Ia juga merasa telah di bodohi oleh pihak pengelolanya yang mengatakan jika kios angkringan itu untuk food courd atau Pujasera.

Menurut penilaian dirinya,jika itu memang mau buat pujasera katanya tidak mengapa, namun kenapa bentuk bangunanya seprti ankringan dan membelakangi ruko tempat usahannya.

 "Setahu saya,kalau food courd modelnya bukan begitu  ,Food courd bangunannya berhadapan,enggak mungkin juga seperti ini,seandainya kios ini berhadapan ke ruko tempat usaha kami, tentunya tidak akan menjadi masalah,ini malah membelakangi kami,terus Toilet( WC)nya menghadap ke kami,itu sama saja mau menutup usaha kami,pakai logikalah,kios itu harganya Rp 20 juta,sedangkan ruko ini saya beli Rp 600 juta." Ucap warga itu kesal.

Terkait pendirian kios angkringan di Row jalan depan PT ASL Tanjung Uncang itu,kepada media ini,Boi Sasmita selaku mantan Kasubit dilantai 1 BP Batam itu, membenarkan jika dirinya yang telah memberikan izinnya,namun pemberian izin itu ucapnya,hanya sementara,hanya 1 tahun.

Bahkan terkait adanya pendirian kios angkringan di row jalan di depan PT ASL tersebut, melalui percakapannya dengan awak media ini,Ia seperti tampak terkejut.

Selain itu, sang pengelola sebelumnya jauh-jauh hari kepada awak media ini,juga telah mengatakan,kalau izin yang Ia miliki sah dan ditanda tangani oleh Boi Sasmita.

Melalui pesan singkat kepada Boi Samita,awak media ini juga mempertanyakan, dasar hukum apa  atau peraturan menteri (Permen) mana yang mengatur,hingga dirinya mampu berani mengizinkan Row jalan dialih fungsikan oleh masyarakat untuk mendirikan bangunan,namun sampai berita  ini diunggah,mantan pejabat Kasubit Dirkimli dan Agrobisnis yang kini menjabat di biro umum BP Batam itu,belum memberikan jawabannya.

Padahal yang kita  diketahui selama ini,izin penggunaan Row jalan hanya berlaku  untuk penjual bunga.Bahkan salah satu pejabat BP Batam lain,juga mengakuinya.

Editor : Agus Budi T